• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

899 Hektare Lahan di Riau Terbakar, Gubernur Abdul Wahid Takut Asap Mengarah ke Malaysia

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
23 Juli 2025
899 Hektare Lahan di Riau Terbakar, Gubernur Abdul Wahid Takut Asap Mengarah ke Malaysia

Lahan terbakar | Foto: Vladislev

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS – Pemprov Riau mencatat hingga saat ini sudah 899 hektare lahan di Riau terbakar, berdasarkan data yang dipaparkan Gubernur Riau Abdul Wahid, saat rapat koordinasi di Gedung Daerah, Selasa, 22 Juli 2025.

Dia mengaku cukup khawatir kabut asap dari lahan terbakar akan semakin banyak dan mengarah ke negara tetangga Malaysia. “Kita sudah menaikan status dari siaga ke tanggap darurat Karhutla,” katanya.

Dengan meningkatnya status itu, upaya penanganan kebakaran lahan di Riau akan lebih masif. Adapun status tanggap darurat berlaku selama 14 hari sejak ditetapkan, kata Kalaksa BPBD Provinsi Riau M Edy Afrizal kepada Bertuahpos.

Menyusul meningkatnya jumlah titik panas atau hotspot dan meluasnya titik api menyebabkan sejumlah daerah di Riau saat ini telah dirundung kabut asap.

Tercatat ada 4 daerah dengan intensitas kebakaran lahan cukup tinggi, yakni; Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis dan Kota Dumai hanya dalam rentang waktu yang singkat—15 hingga 20 Juli 2025.

Adapun penyebab kebakaran karena meningkatnya intensitas kekeringan dalam beberapa pekan belakangan ini. “Terutama di kawasan gambut, itu menjadi salah satu penyebab api mudah meluas,” kata Abdul Wahid.

Kabut asap pekat kini juga mulai bergerak ke arah utara dan timur laut, mengarah ke negara tetangga Malaysia, seiring dengan hembusan angin kencang.

Situasi ini mendorong Pemprov Riau bersama tim gabungan TNI, Polri, dan BPBD melakukan berbagai langkah darurat, termasuk pemadaman darat, water bombing, dan modifikasi cuaca.

“Posko lapangan sudah diaktifkan, peralatan berat dikerahkan untuk membuat sekat bakar, dan hujan buatan pun sudah dilakukan dengan bantuan pemerintah pusat,” tambah Wahid.

Namun demikian, tantangan di lapangan cukup berat. Lokasi kebakaran di perbukitan dan daerah gambut sulit dijangkau serta minim akses.

Selain itu, alat pemadam masih terbatas dan perlu tambahan helikopter patroli serta intensifikasi hujan buatan. “Kami juga mendirikan dapur umum untuk mendukung kebutuhan tim di lapangan,” ujar Gubernur.

Sejauh ini, Pemprov Riau berharap penanganan Karhutla bisa lebih cepat, terkoordinasi, dan efektif guna mencegah meluasnya dampak asap lintas batas dan kerusakan lingkungan yang lebih parah.***

Tags: Karhutlalingkunganriau
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Naik Rp214,7 Miliar, APBD Perubahan Pekanbaru 2026 Jadi Rp3,2 Triliun
Ekonomi

APBDP Riau 2026 Diprioritaskan untuk Utang Tunda Bayar dan Infrastruktur

...

Read moreDetails
Ekspor Gas ke Singapura Dihentikan, Pasokan Dialihkan ke Batam

Ekspor Gas ke Singapura Dihentikan, Pasokan Dialihkan ke Batam

Cuaca Riau Hari Ini Sabtu 9 Mei 2026, Cek Selengkapnya

Cuaca Riau Hari Ini, Asap Masih Pekat, 11 Titik Panas Terdeteksi

Karhutla Hancurkan Hampir 300 Rumah, 1.000 Warga Mengungsi

Dampak Karhutla Mengancam Investasi Properti hingga Awal 2027

Warga Riau dan Kepri Desak Pencabutan Izin Tambang dan PSN

Warga Riau dan Kepri Desak Pencabutan Izin Tambang dan PSN

Karhutla Meluas ke 17 Provinsi, Anggota Komisi IV DPR RI Desak Presiden Tetapkan Target Terukur

Karhutla Meluas ke 17 Provinsi, Anggota Komisi IV DPR RI Desak Presiden Tetapkan Target Terukur

Next Post
Harga CPO Naik Ikuti Tren Kenaikan Minyak Kedelai, Kontrak Berjangka Sentuh RM4.271 per Ton

Harga CPO Naik Ikuti Tren Kenaikan Minyak Kedelai

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.