• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Kepala BNPB: Karhutla di Riau Ulah Manusia

Riau merupakan wilayah strategis dan dekat dengan negara tetangga yang kerap memprotes bila asap menyebrang. “Jangan sampai kita jadi kambing hitam."

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
22 Juli 2025
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto | Foto: Dok. BNPB

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Provinsi Riau saat ini kuat diduga merupakan akibat perbuatan manusia, bukan faktor alam. 

Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi penanganan Karhutla yang juga dihadiri oleh jajaran Kementerian Lingkungan Hidup, BMKG, serta aparat TNI, Polri, dan pemerintah daerah di Gedung Daerah Provinsi Riau di Pekanbaru, Selasa, 22 Juli 2025.

Menurut Suharyanto,, titik-titik api yang tersebar di 4 daerah — Rokan Hulu, Rokan Hilir, Dumai, dan Bengkalis — memiliki jarak yang berjauhan dan mayoritas berada di sekitar kawasan perkebunan kelapa sawit.

“Kalau dilihat dari udara, ini bukan murni karena alam. Polanya menunjukkan pembakaran disengaja,” ujarnya, Senin (22/7/2025).

BNPB bersama BMKG dan Kementerian LHK telah mengerahkan operasi modifikasi cuaca (OMC) yang kini memasuki tahap ketiga atau keempat dalam dua pekan terakhir.

Sejumlah pesawat penyemai awan telah diterbangkan ke wilayah terdampak, dan hasilnya berhasil menurunkan hujan meskipun belum merata.

“Alhamdulillah, kemarin 2 sortie berhasil mendatangkan hujan di empat kabupaten/kota. Hari ini hujan deras kembali turun, dan titik api turun dari 500 lebih menjadi di bawah 100,” ungkap Suharyanto.

Selain OMC, operasi pemadaman udara melalui helikopter water bombing juga sudah dilakukan. Saat ini, satu heli telah aktif, dan dua lainnya segera bergabung untuk memperkuat armada pemadaman.

“Tapi kalau apinya sudah besar, water bombing saja tidak cukup. Harus diperkuat Satgas darat,” tegasnya.

Untuk memperkuat penanganan, BNPB mengerahkan personel TNI-Polri ke daerah terdampak. 

Setiap kabupaten akan dibantu satu SSK (100 orang) dari TNI dan 100 orang dari Polri, lengkap dengan perlengkapan pemadaman seperti pompa air, APD, kendaraan trail, dan motor patroli.

“Pasukan ini akan langsung berada di bawah kendali Danrem dan Kapolda, didukung secara administrasi oleh BNPB, termasuk insentif Rp165 ribu per hari per orang,” ujar Suharyanto.

Ia juga menekankan pentingnya patroli rutin untuk mencegah pembakaran baru. “Kehadiran aparat harus menciptakan efek gentar agar masyarakat berpikir dua kali sebelum membakar,” tegasnya.

Suharyanto meminta penegakan hukum lebih tegas kepada para pelaku pembakaran. Ia menyoroti tingginya biaya yang dikeluarkan negara untuk mengatasi karhutla.

“Sekali penerbangan modifikasi cuaca itu bisa menelan biaya hingga Rp300 juta. Water bombing satu jam bisa mencapai USD11.000. Jangan sampai semua ini sia-sia hanya karena ulah segelintir oknum yang cari untung cepat,” katanya.

Dia juga mengingatkan bahwa Riau adalah wilayah strategis dan dekat dengan negara tetangga yang kerap memprotes bila asap menyebrang. “Jangan sampai kita jadi kambing hitam. Kita bangsa besar, jangan dipermalukan karena ulah tidak bertanggung jawab,” ujarnya.***

Tags: Karhutlalingkunganriau
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Naik Rp214,7 Miliar, APBD Perubahan Pekanbaru 2026 Jadi Rp3,2 Triliun
Ekonomi

APBDP Riau 2026 Diprioritaskan untuk Utang Tunda Bayar dan Infrastruktur

...

Read moreDetails
Ekspor Gas ke Singapura Dihentikan, Pasokan Dialihkan ke Batam

Ekspor Gas ke Singapura Dihentikan, Pasokan Dialihkan ke Batam

Cuaca Riau Hari Ini Sabtu 9 Mei 2026, Cek Selengkapnya

Cuaca Riau Hari Ini, Asap Masih Pekat, 11 Titik Panas Terdeteksi

Karhutla Hancurkan Hampir 300 Rumah, 1.000 Warga Mengungsi

Dampak Karhutla Mengancam Investasi Properti hingga Awal 2027

Warga Riau dan Kepri Desak Pencabutan Izin Tambang dan PSN

Warga Riau dan Kepri Desak Pencabutan Izin Tambang dan PSN

Karhutla Meluas ke 17 Provinsi, Anggota Komisi IV DPR RI Desak Presiden Tetapkan Target Terukur

Karhutla Meluas ke 17 Provinsi, Anggota Komisi IV DPR RI Desak Presiden Tetapkan Target Terukur

Next Post
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 23 Juli 2025, Simak Selengkapnya di Sini

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 23 Juli 2025, Simak Selengkapnya di Sini

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.