BERTUAHPOS — Harga CPO kontrak berjangka di Bursa Malaysia Derivatives diperkirakan akan menguat di pekan depan karena aksi ambil untung ringan, menyusul reli penguatan harga dalam beberapa sesi terakhir.
Harga CPO telah melonjak signifikan, bahkan sempat menembus level RM4.300 per ton. Kenaikan tajam ini memicu sejumlah pelaku pasar untuk mengunci keuntungan dalam waktu dekat.
“Komoditas ini mengalami penguatan tajam selama beberapa sesi terakhir, yang mendorong para pedagang mengambil langkah jual demi mengamankan keuntungan. Aksi ambil untung biasanya terjadi setelah harga menyentuh puncaknya,” ujar analis pasar David Ng.
Menurutnya, setelah reli yang cukup kuat, wajar bila pasar akan menunjukkan sedikit koreksi. “Kami memperkirakan harga CPO akan diperdagangkan pada kisaran RM4.200 hingga RM4.380 per ton minggu depan,” katanya.
Kontrak Berjangka Naik, Volume Perdagangan Meningkat
Secara mingguan, kontrak berjangka CPO untuk Agustus 2025 tercatat naik RM118 menjadi RM4.262 per ton. Sementara itu, kontrak September 2025 melonjak RM135 menjadi RM4.309 per ton, dan kontrak Oktober 2025 naik RM138 menjadi RM4.315 per ton.
Untuk kontrak jangka lebih panjang, November 2025 naik RM88 menjadi RM4.305 per ton, Desember 2025 naik RM115 menjadi RM4.290 per ton, dan Januari 2026 naik RM94 menjadi RM4.275 per ton.
Volume perdagangan mingguan juga menunjukkan peningkatan signifikan, dari 435.464 lot menjadi 555.657 lot. Sementara open interest atau minat terbuka di pasar naik menjadi 237.735 kontrak, dari sebelumnya 231.427 kontrak.
Harga CPO fisik untuk wilayah Selatan Malaysia pada Juli juga mengalami kenaikan, naik RM130 menjadi RM4.290 per ton.
— BERNAMA









