BERTUAHPOS — Harga CPO kontrak berjangka di Bursa Malaysia Derivatives ditutup melemah pada perdagangan Selasa 24 Juni 2025.
Anjloknya harga CPO disebabkan pelemahan harga minyak mentah global dan minyak kedelai, termasuk meredanya ketegangan di Timur Tengah.
Analis pasar komoditas David Ng menjelaskan, penurunan harga CPO dipicu oleh meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang sebelumnya sempat membebani sentimen investor.
“Harga CPO turun di bawah level RM4.000 karena situasi geopolitik yang mulai stabil,” ungkapnya.
David memperkirakan level support CPO berada di kisaran RM3.900 per ton, dengan resistance di angka RM4.150 per ton.
Senada dengan itu, analis senior Fastmarkets Palm Oil Analytics, Sathia Varqa, menyebutkan bahwa kontrak berjangka CPO mengalami tekanan tajam, khususnya untuk kontrak bulan September yang mencatat level terendah dalam sepekan terakhir.
“Tekanan datang dari berbagai faktor eksternal, seperti turunnya harga minyak mentah dunia, penguatan ringgit Malaysia, dan kerugian pada harga minyak nabati berjangka lainnya,” ujar Sathia.
Rincian Penurunan Harga Kontrak CPO:
- Kontrak spot bulan Juli: turun dari RM4.124 menjadi RM3.963/ton
- Agustus 2025: turun dari RM4.137 menjadi RM3.982/ton
- September 2025: turun dari RM4.143 menjadi RM3.983/ton
- Oktober 2025: turun dari RM4.145 menjadi RM3.980/ton
- November 2025: turun dari RM4.144 menjadi RM3.984/ton
- Desember 2025: turun dari RM4.145 menjadi RM3.996/ton
Volume perdagangan melonjak menjadi 89.335 lot dibandingkan 50.757 lot pada hari sebelumnya. Sementara itu, open interest tercatat menurun dari 231.757 menjadi 231.437 kontrak.
Adapun harga CPO fisik untuk bulan Juli Selatan juga tercatat menurun signifikan dari RM4.100 menjadi RM4.000 per ton.***
— Bernama
Simak berita lainnya tentang Kelapa Sawit









