BERTUAHPOS — Bagaimana kondisi harga CPO setelah eskalasi konflik Iran-Israel? Pada penutupan pekan, Jumat, 13 Juni 2025, harga minyak sawit mentah atau crude palm oil mencatatkan kenaikan signifikan.
Kenaikan harga CPO seiring dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Konflik bersenjata antara Israel dan Iran memicu lonjakan harga komoditas global, termasuk Migas dan CPO.
Berdasarkan catatan Bursa Malaysia Derivatives Exchange, harga CPO untuk kontrak pengiriman Agustus ditutup menguat 2,29% ke level MYR 3.927 per ton. Ini menjadi harga tertinggi sejak 4 Juni 2025 atau lebih dari sepekan terakhir.
Kenaikan ini menambah tren penguatan sepanjang pekan lalu, meskipun secara mingguan kenaikannya relatif tipis di angka 0,26%.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa operasi militer terhadap Iran akan berlanjut hingga “ancaman” benar-benar dihapuskan. Di sisi lain, pemerintah Iran bersumpah akan melakukan “pembalasan keras”.
Situasi tersebut turut mendorong harga minyak dunia naik signifikan. Minyak Brent tercatat melonjak 7,5% ke US$ 74,56 per barel pada perdagangan akhir pekan, tertinggi sejak 2 April 2025.
Harga minyak yang semakin mahal membuat CPO kian dilirik sebagai alternatif bahan bakar, mengingat perannya sebagai bahan baku utama dalam produksi biofuel.
Prospek dan Analisis Teknikal
Secara teknikal, harga CPO saat ini masih berada dalam tren bearish. Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di angka 43, di bawah level netral 50, menandakan tekanan jual masih dominan.
Sementara indikator Stochastic RSI menunjukkan angka 38, menempatkan CPO pada area jual yang cukup kuat.
Untuk perdagangan awal pekan ini, pelaku pasar disarankan mencermati level support di kisaran MYR 3.890 hingga MYR 3.861 per ton. Sedangkan level resisten berada di rentang MYR 4.031 hingga MYR 4.310 per ton.
Kondisi geopolitik global dan pergerakan harga minyak mentah akan menjadi penentu utama arah harga CPO dalam waktu dekat.
— Bloomberg Technoz









