BERTUAHPOS — Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives diperkirakan akan menguat pada pekan depan. Kenaikan ini mengikuti tren penguatan harga minyak nabati pesaing seperti minyak kedelai dan minyak mentah dunia.
Analis pasar David Ng menyebutkan bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah telah mendorong harga minyak mentah dan kedelai naik, sehingga membuat CPO lebih menarik di mata investor. Menurutnya, hal ini akan meningkatkan permintaan terhadap komoditas tersebut.
“Kami perkirakan harga CPO akan tetap kuat, didukung oleh permintaan stabil dari negara pembeli utama seperti Tiongkok dan India, yang berperan besar dalam mengangkat sentimen pasar,” ujar David Ng.
David Ng memperkirakan harga CPO akan diperdagangkan di kisaran RM3.850 hingga RM4.000 per ton pada pekan mendatang.
Sementara itu, analis senior dari Fastmarkets Palm Oil Analytics, Dr Sathia Varqa, menyampaikan bahwa pelaku pasar akan mencermati kinerja ekspor minyak sawit Malaysia untuk periode 1–15 Juni. Data tersebut diprediksi akan menjadi panduan penting dalam membaca arah pasar selanjutnya.
Dari sisi perdagangan mingguan, kontrak spot bulan Juni 2025 tercatat turun RM64 menjadi RM3.847 per ton. Kontrak bulan Juli 2025 juga melemah RM5 ke posisi RM3.925 per ton.
Sebaliknya, kontrak bulan-bulan selanjutnya mencatat kenaikan. Agustus naik RM10 menjadi RM3.927, September naik RM16 menjadi RM3.922, Oktober naik RM15 menjadi RM3.914, dan November naik RM11 menjadi RM3.910 per ton.
Volume perdagangan mingguan mengalami lonjakan menjadi 339.415 lot dari 290.679 lot pada pekan sebelumnya. Sementara minat terbuka juga meningkat dari 241.688 kontrak menjadi 244.432 kontrak. Untuk harga CPO fisik di pasar June South, tercatat tetap stabil di level RM3.960 per ton.***









