BERTUAHPOS — Per 30 Mei 2025, genap sudah 100 hari Gubernur Riau Abdul Wahid dan Wakil Gubernur Riau SF Hariyanto memimpin di Bumi Lancang Kuning. Wahid mengakui banyak sekali kritikan dan masukan datang. Namun dia berkata bahwa sejak awal, “saya tidak pernah janji muluk-muluk.”
Abdul Wahid menyebut, bahwa masa kerja 100 hari pertamanya telah difokuskan pada tiga sektor program-program riil dan menyentuh langsung pada kebutuhan masyarakat. Ketiganya adalah sektor pendidikan, infrastruktur dan kesehatan.
Kendati menyadari bahwa tidak semua hal bisa ia lakukan dalam 100 hari kerja, namun penanganan yang bersifat mendesak telah menjadi prioritas untuk diselesaikan.
“100 hari kerja bukan berarti semua masalah harus selesai. Ada yang bisa diselesaikan cepat, ada juga yang harus dirancang dan dijalankan secara bertahap,” ujar Wahid kepada awak media usai Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di kantor Gubernur Riau, Senin, 2 Juni 2025.
Ia menyampaikan bahwa salah satu tantangan besar di awal masa jabatannya adalah kondisi anggaran yang terbatas. Menurutnya, banyak kritik bermunculan karena belum terlihat banyak gebrakan yang dilakukan, namun ia menilai langkah-langkah awal pemerintahannya lebih penting diarahkan pada sektor vital.
“Saya katakan dari awal bahwa kita kekurangan anggaran. Tapi bukan berarti kita diam, saya tetap bekerja. Fokus saya sekarang adalah memastikan tiga hal utama: infrastruktur jalan, pendidikan, dan pelayanan kesehatan tetap berjalan,” kata Gubernur Riau Abdul Wahid.
Dia menegaskan ketiga sektor tersebut adalah bentuk pelayanan publik yang paling mendasar dan sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat sehari-hari. Jika sektor ini lumpuh, maka dampaknya akan sangat luas.
“Bayangkan kalau anak-anak putus sekolah, jalan rusak parah, atau masyarakat tidak mendapat layanan kesehatan yang layak. Ini persoalan yang tidak bisa ditunda-tunda,” tegas Wahid.
Menurutnya, perencanaan dan pelaksanaan pembangunan tetap dilakukan secara rasional dan realistis, disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Program-program strategis akan tetap berjalan, namun disesuaikan dengan skala prioritas.
“Kita bekerja sesuai kapasitas. Yang penting ekonomi masyarakat tetap bergerak, dan pelayanan dasar berjalan. Dari situ kita bisa melanjutkan ke tahap-tahap berikutnya,” tutupnya.***









