BERTUAHPOS — Makanan Khas Korea semakin digemari di kalangan anak muda, dan salah satu yang mencuri perhatian adalah kimbab. Hidangan nasi gulung yang dibalut rumput laut ini kini menjadi jajanan kekinian di kota Pekanbaru — terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa yang mencari makanan cepat saji namun tetap lezat dan bergizi.
“Kimbab” berasal dari dua kata yaitu “kim” (rumput laut) dan “bap” (nasi). Ini merupakan hidangan khas Korea yang menyerupai sushi Jepang, namun dengan cita rasa yang berbeda. Isiannya pun bervariasi, mulai dari telur, wortel, bayam, hingga daging sapi atau ayam, menjadikan kimbab pilihan yang cocok untuk berbagai selera.
Di Pekanbaru, banyak gerai makanan Korea bermunculan, menawarkan kimbab dalam berbagai varian. Salah satunya adalah gerai “Korean Street Food” yang berlokasi di Jalan Hangtuah Ujung. Menurut si Owner, Muhammad Raihan, kimbab sangat digemari karena rasanya yang unik dan harganya yang terjangkau.
“Anak-anak muda sekarang suka coba makanan luar negeri. Kimbab ini favorit karena praktis dimakan, murah dikantong dan eksis di media sosial,” katanya.
Kehadiran kimbab juga tak lepas dari pengaruh budaya pop Korea yang masuk lewat drama dan K-Pop. Banyak penggemar K-Drama yang penasaran mencicipi makanan yang sering mereka lihat di layar kaca, dan kimbab menjadi salah satu pilihan pertama.
Menurut Delia, mahasiswa Universitas Riau, kimbab adalah camilan ideal saat sibuk kuliah. “Kalau lagi buru-buru, beli kimbab aja. Bisa langsung makan tanpa ribet,” ujarnya.
Dari sisi kesehatan, kimbab dinilai sebagai pilihan yang lebih sehat dibanding makanan cepat saji lainnya. Karena menggunakan bahan-bahan segar seperti sayuran, daging tanpa lemak, dan nasi, kimbab bisa menjadi alternatif camilan yang tidak mengganggu pola makan sehat.
Peluang bisnis kimbab di Pekanbaru pun cukup besar. Banyak pengusaha kuliner lokal yang mulai meracik kimbab dengan cita rasa khas Indonesia. Fenomena kimbab di Pekanbaru menunjukkan betapa kuatnya pengaruh globalisasi terhadap tren kuliner lokal.***









