• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Kementerian ESDM Targetkan Produksi Biodiesel B40 Capai 15,62 Juta KL pada 2025

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
18 Desember 2024
penambahan kuota biosolar

Loket pengisian BBM jenis biosolar di SPBU (FOTO: Istimewa)

111
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan produksi biodiesel B40 mencapai 15,62 juta kiloliter (kl) pada 2025. Angka ini meningkat 16,48% dibandingkan dengan produksi biodiesel B35 pada tahun ini yang sebesar 13,41 juta kl.

“Target volume total adalah 15,616 juta kiloliter, atau dibulatkan menjadi 15,62 juta kl. Angka tersebut menggunakan kapasitas pabrik yang saat ini telah mencapai 81%,” ujar Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, dalam Malam Apresiasi Stakeholder EBTKE 2024, Selasa (17/12/2024).

Kapasitas Produksi Belum Maksimal

Eniya menjelaskan, kapasitas produksi biodiesel di Indonesia belum mencapai potensi maksimal. Jika seluruh pabrik beroperasi penuh, total produksi biodiesel nasional bisa mencapai 19 juta kl.

“Saat ini, kapasitas yang terpakai baru sekitar 15,62 juta kl atau 81%. Masih ada jeda 19% dari kapasitas maksimal. Hal ini wajar karena pabrik-pabrik masih perlu melakukan penyempurnaan operasional,” jelasnya.

Menurut Eniya, peningkatan kapasitas produksi menjadi kebutuhan mendesak karena implementasi biodiesel B40 mulai 1 Januari 2025 bertujuan mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM). Selain itu, Kementerian ESDM juga mempersiapkan fasilitas pencampuran atau blending di berbagai titik suplai untuk mendukung kebijakan tersebut.

“Operasional pabrik yang sebelumnya hanya 70% kini sudah naik rata-rata menjadi lebih dari 80%, bahkan mencapai 81%. Artinya, kapasitas produksi terus bertambah,” tambah Eniya.

Kebijakan B40 telah melewati berbagai uji teknis, baik untuk mesin di sektor otomotif maupun nonotomotif. Eniya menegaskan, seluruh uji coba menunjukkan hasil positif.

“Pengujian B40 dimulai tahun lalu untuk sektor otomotif, termasuk kendaraan roda dua dan roda empat. Tahun ini, uji coba dilanjutkan untuk sektor nonotomotif sejak Maret 2024,” ungkapnya.

Pengujian nonotomotif mencakup mesin kereta api, alat dan mesin pertanian (alsintan), kapal, genset, hingga alat berat di sektor pertambangan. “Semua pengujian telah selesai dan hasilnya sangat baik,” tambah Eniya.

 

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya memastikan biodiesel B40 siap diimplementasikan mulai 1 Januari 2025. “B40 sudah selesai uji coba dan insyaallah akan berjalan mulai awal tahun depan,” ujar Bahlil, usai rapat terbatas dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Minggu (3/11/2024).

 

Bahlil juga menyebut, pemerintah mempersiapkan langkah strategis untuk pengembangan biodiesel hingga B100 dalam lima tahun mendatang pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. “Segalanya akan dilakukan bertahap dan kami akan melaporkannya secara berkala,” tuturnya.***

Tags: biodieselenergi
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Proyek Mangkrak PLTU Koto Ringin di Siak Diusulkan Jadi Pembangkit Hijau
Lingkungan

Proyek Mangkrak PLTU Koto Ringin di Siak Diusulkan Jadi Pembangkit Hijau

...

Read moreDetails
Harga BBM Nonsubsidi Naik, Ancaman Serius bagi Daya Beli Kelas Menengah

Antrean SPBU di Sumatera Dipicu Lonjakan Konsumsi BBM Subsidi, Apa Solusi Pemerintah?

Harga Minyak Dunia Meroket Setelah AS-Iran Memanas Lagi soal Selat Hormuz

Harga Minyak Dunia Meroket Setelah AS-Iran Memanas Lagi soal Selat Hormuz

Info Tarif Listrik PLN, Pemerintah Jaga Daya Beli dan Stabilitas Usaha

Info Tarif Listrik PLN, Pemerintah Jaga Daya Beli dan Stabilitas Usaha

Realisasi Lifting Migas di Angka 99% Meski Bukan Jadi Ukuran Kinerja

Arab Saudi Kaji Pipa Minyak ke Laut Merah Lepas dari Selat Hormuz

Ini Dukungan Pemprov Riau soal Target 622 Sumur Migas Baru

Ini Dukungan Pemprov Riau soal Target 622 Sumur Migas Baru

Next Post
Berikut Ini Merk dan Jenis Mobil Hybrid dan Listrik yang Diberi Insentif oleh Pemerintah

Berikut Ini Merk dan Jenis Mobil Hybrid dan Listrik yang Diberi Insentif oleh Pemerintah

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.