• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Tua-Tua Keladi, Hendri Lifter Angkat Berat Riau Saat Raih Emas di PON 2024

Redaksi by Redaksi
28 September 2024
Tua-Tua Keladi, Hendri Lifter Angkat Berat Riau Saat Raih Emas di PON 2024
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM – Peribahasa “tua-tua keladi, makin tua makin menjadi” tampaknya sangat tepat untuk disematkan kepada Hendri, lifter angkat berat asal Riau.

Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024, Hendri berhasil meraih medali emas dalam kategori 74 kg, sebuah pencapaian yang tak pernah ia raih sebelumnya.

Hendri, yang kini berusia 43 tahun, akhirnya meraih emas perdana setelah gagal mendapatkan medali emas pada tiga edisi PON sebelumnya. Pada PON 2012 dan 2016, ia tidak membawa pulang medali sama sekali, dan pada PON 2021, ia hanya mampu meraih medali perak.

Emas di PON 2024 ini menjadi puncak prestasi bagi Hendri, yang kini tercatat sebagai atlet tertua dari Riau yang meraih emas di ajang tersebut, berdasarkan data dari KONI Riau. Bahkan, di seluruh Indonesia, ia juga menjadi lifter angkat berat tertua yang bertanding dan meraih emas di PON 2024.

“Iya, saya yang tertua yang main di PON untuk angkat berat seluruh Indonesia,” ujar Hendr, Rabu 25 September 2024.

Meraih emas di PON 2024 tentu bukan hal yang mudah. Hendri harus menjalani diet ketat dan latihan keras, serta mengambil risiko cedera. Saat kualifikasi PON 2023, Hendri turun di kelas 83 kg dan hanya meraih medali perunggu. Setelah itu, pelatihnya, Deriswan, menyarankan agar Hendri pindah ke kelas 74 kg demi peluang yang lebih besar.

“Kalau tetap di kelas 83 kg, peluang meraih perak tidak ada. Bahkan, untuk perunggu pun berat karena ada enam lifter yang bersaing di kelas itu,” jelas Hendri.

Setelah mempertimbangkan berbagai faktor, Hendri sang lifter angkat berat asal Riau ini setuju untuk turun di kelas 74 kg. Namun, ini berarti ia harus menurunkan berat badan secara signifikan dan menghadapi risiko cedera karena massa otot yang berkurang.

“Resikonya ada, yakni cedera saat latihan karena massa otot berkurang sementara beban tetap tinggi. Tapi, kami ambil risiko itu. Saya juga harus berenang selain angkat beban,” ujarnya.

Sukses Raih Emas dan Kejutan di PON 2024

Setelah menjalani program diet dan latihan intensif, Hendri akhirnya didaftarkan untuk bertanding di kelas 74 kg di PON 2024. Keputusan ini mengejutkan banyak lawan, termasuk lifter dari Jawa Barat.

“Semua lawan terkejut dengan perubahan ini. Termasuk atlet Jabar,” kata Hendri sembari tertawa.

Dengan total angkatan terbaik sebesar 765 kg, Hendri berhasil mengamankan medali emas di kelas 74 kg putra. Ia mencatat angkatan squat terbaiknya di 305 kg, benchpress 175 kg, dan deadlift 285 kg. Lifter asal Jawa Barat, Ade Bazrudin, harus puas dengan medali perak dengan total angkatan 760 kg.

“Atlet Jabar itu sampai ninju-ninju dinding setelah selesai pertandingan,” kenang Hendri.

Dengan keberhasilannya meraih emas, Hendri kini mengurungkan niatnya untuk pensiun. Meski sempat menyebut PON 2024 sebagai PON terakhirnya, Hendri kini masih mempertimbangkan masa depannya di dunia angkat berat.

“Kemarin memang sempat nyebut PON 2024 sebagai PON terakhir. Tapi sepertinya belum mau pensiun,” tutupnya.

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Redaksi

Redaksi

Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Pilihan

Putusan Komisi Informasi Provinsi Riau Kontradiktif, Warga Lanjut Gugat ke PTUN

...

Read moreDetails
Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya Jadi Danau Terdalam ke 12 di Dunia

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya jadi Danau Terdalam Ke 12 di Dunia

5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Ini 5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Heboh Isu BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Heboh Kabar BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Next Post
Pengamat Soroti Tindak Lanjut Audit KPK soal Dugaan Gratifikasi Amdal, UKL dan UPL di DLHK Riau

Pengamat Soroti Tindak Lanjut Audit KPK soal Dugaan Gratifikasi Amdal, UKL dan UPL di DLHK Riau

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.