BERTUAHPOS.COM — Para pengguna internet di China membuat pengamatan menarik terkait dengan peta online yang digunakan mereka.
Mereka telah mencatat bahwa nama Israel tidak lagi muncul di peta online terkemuka seperti Baidu dan Alibaba.
Hal ini terjadi seiring dengan memburuknya konflik di Gaza yang telah menciptakan krisis kemanusiaan.
Wall Street Journal melaporkan, peta online Baidu berbahasa Mandarin sekarang menampilkan batas wilayah Israel – Palestina yang diakui secara internasional, tetapi tanpa secara jelas mengidentifikasi nama Israel.
Kondisi serupa juga terlihat dalam peta dari perusahaan China lainnya, Alibaba.
Pada saat yang sama, negara-negara kecil seperti Luxembourg tetap ditandai dan disebutkan dengan jelas dalam peta tersebut.
Saat ini, perusahaan-perusahaan China yang menghapus nama Israel dari peta mereka belum memberikan penjelasan resmi terkait tindakan ini.
Namun, posisi China dalam konflik Israel-Palestina dipertanyakan. Apakah China memihak ke Israel atau ke Palestina?
Terutama, setelah China sebelumnya mendukung hak Israel untuk mempertahankan diri, namun dengan penekanan bahwa, “Pembelaan diri harus sesuai dengan hukum internasional.”
“China percaya bahwa kekerasan bukanlah cara untuk menyelesaikan masalah, dan bahwa menanggapi kekerasan dengan kekerasan, hanya akan menyebabkan lingkaran setan balas dendam,” kata diplomat China, Zhai Jun dalam KTT Perdamaian di Kairo pada 21 Oktober 2023, dikutip dari AFP.
China juga telah berulang kali menyuarakan panggilan untuk gencatan senjata dalam konflik antara Hamas dan Israel, dengan keyakinan bahwa kekerasan bukanlah solusi, dan bahwa lingkaran dendam harus dihindari.
Selama ini, China telah menjaga hubungan yang kuat dengan Israel, tetapi juga mendukung perjuangan Palestina selama beberapa dekade dan secara tradisional mendukung solusi dua negara.***









