• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Fakta Unik Tentang Jenderal Besar Indonesia

Tim Redaksi by Tim Redaksi
6 Februari 2015
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM– Dalam dunia kemiliteran, bintang empat adalah pangkat tertinggi seorang tentara. Empat bintang di pundak, artinya seorang tentara karirnya telah paripurna alias ia telah jadi Jenderal sepenuhnya. Biasanya, tentara yang mendapat pangkat jenderal menjabat sebagai kepala staf angkatan. Misalnya, kepala staf angkatan darat, dipastikan dia berpangkat jenderal. Pun kepala staf angkatan laut dan udara, akan dijabat oleh perwira bintang empat.

Untuk angkatan laut, sebutan bintang empat berbeda dengan angkatan darat atau udara. Kepala staf angkatan laut, dijabat oleh perwira dengan pangkat Laksamana. Sementara kepala staf angkatan udara dipegang oleh seorang Marsekal. Dan, kepala staf angkatan darat akan diisi oleh seorang Jenderal.

Tapi di dunia, ada beberapa perwira karena jasa dan kiprahnya di beri tambahan satu bintang. Jadilah mereka tentara berbintang lima alias Jenderal besar. Amerika Serikat, negeri adidaya punya beberapa jenderal besar. Jenderal besar pertama asal Paman Sam adalah George C. Marshall. Lalu jenderal besar Amerika berikutnya adalah Douglas MacArthur. Jenderal besar lainnya asal Amerika adalah Dwight D. Eisenhower. Untuk Eisenhower agak unik, selain diberi gelar jenderal besar, Eisenhower juga pernah jadi Presiden Amerika. Jenderal besar Amerika yang terakhir adalah Omar Bradley.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Punyakah jenderal besar seperti Amerika Serikat? Jangan salah, Indonesia juga punya jenderal besar. Jumlahnya tak hanya satu, tapi tiga jenderal besar. Siapa mereka?

Jenderal besar pertama adalah Soeharto. Mantan Panglima Kostrad yang kemudian jadi Presiden, adalah jenderal besar yang dimiliki Indonesia. Ditilik dari pencapaiannya, Soeharto mirip dengan Eisenhower. Eisenhower, selain dianugerahi gelar jenderal besar, juga pernah jadi presiden. Begitu juga Soeharto. Bahkan, Soeharto pencapaiannya lebih tinggi dari Eisenhower, karena menjadi Presiden dalam rentang waktu yang lama. Soeharto jadi Presiden 32 tahun lamanya sebelum akhirnya menyatakan lengser pada 21 Mei 1998.

Jenderal besar lainnya adalah Soedirman. Jenderal Soedirman, adalah panglima besar TNI yang pertama. Karena jasanya, pemerintah kemudian menganugerahi Soedirman dengan gelar jenderal besar alias jenderal berbintang lima. Jenderal besar yang terakhir adalah Abdul Haris Nasution. Pak Nas, demikian panggilan akrabnya, pernah jadi Kepala Staf Angkatan Darat. Dia juga penggagas konsep dwi fungsi ABRI (TNI-red). Dalam pergolakan pada 1965, putrinya Ade Irma Suryani jadi korban penembakan sekelompok tentara yang hendak menculiknya. Pak Nas selamat dalam peristiwa tersebut. Tapi ajudannya Piere Tandean dan putrinya Ade Irma Suryani jadi ‘tumbal’.

Sebenarnya Indonesia, akan menyamai Amerika, memiliki 4 jenderal besar. Adalah Susilo Bambang Yudhoyono yang sempat akan diberi gelar jenderal besar oleh Panglima TNI, Jenderal Moeldoko. Namun karena rencana pemberian gelar jenderal besar itu memicu pro kontra, maka dibatalkan. Pak SBY, demikian panggilan akrab dari Jenderal Susilo Bambang Yudhoyono menolak pemberian gelar jenderal besar. Saat itu, Pak SBY masih jadi Presiden.

(Agus Supriyatna/Ciricra)

 

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman
Berita Pilihan

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman

...

Read moreDetails
Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026, 10 Tahun Menggerakkan Pendidikan di Pelosok

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Next Post

Kiat Bijak Mencicil Barang

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.