• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 9, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Kebutuhan Pangan Meningkat, Lahan Pertanian Kian Menyempit, Apa Solusinya?

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
9 Agustus 2022
kebutuhan pangan, harga batas atas gabah dan beras

Harga pembelian batas atas gabah dan beras dicabut

120
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Pemerintah mengonfirmasi kebutuhan pangan masyarakat kian meningkat, namun di sisi lain luas lahan pertanian juga semakin menyempit, seiring dengan pertumbuhan penduduk.

Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut Indonesia butuh penambahan 800.000 ton beras untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Tapi, luas lahan yang kian menyusut menjadi persoalan serius.

Namun, yang menjadi persoalan adalah lahan pertanian terus menyusut. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mencatat pada 2013 lahan pertanian mencapai 7,75 juta hektare namun pada 2019 turun menjadi 7,45 juta hektare. 

Direktur Serelia Ditjen Tanaman Pangan Kementan Moh. Ismail Wahab mengatakan saat ini pemerintah tengah mengintensifkan varietas padi yang mampu meningkatkan produksi. Kementan sudah mengubah sebesar 67,64% varietas. Yang baru, kata Ismail, seperti inpari 32 dan 42 sudah mengalahkan varietas ciherang yang dulu tinggi produktivitasnya. 

“Dulu 2016 masih menempati urutan pertama sebagai varietas baru sebesar 36%. Sekarang menurun tinggal 19 persen digantikan inpari 32 dan 42. Artinya pada saat ini punya peningkatan produktivitas walaupun terjadi konversi lahan,” ujar Ismail dalam diskusi virtual Menangkis Ancaman Krisis Pangan Global, Selasa, 9 Agustus 2022.

Dia menambahkan, penggunaan pupuk subsidi pun sesuai target sasaran. Berdasar kajian litbang di 5 provinsi, berdampak pada produktivitas 0,7-1,7%. Selain, itu, hal yang membuat pangan kita aman, menurutnya, kondisi cuaca juga mendukung selama 3 tahun ini. 

“Kondisi kemarau cukup untuk menanam padi, banjirnya juga tidak banyak sehingga bisa menanam dengan cukup baik,” ucapnya. 

Di sisi lain, kredit usaha rakyat (KUR), kata dia, cukup tinggi yaitu Rp85 triliun dengan efektif membantu petani. Adapun, KUR penggilingan 2021 Rp17,2 triliun. Kemudian, lanjut Ismail, jaringan irigasi tersier sejak 2015 telah dibangun 29 bendungan dan 32 bendungan dalam proses. 

“Kita juga sudah me-maping produktivitas di masing-masing wilayah. Karena memang selama hampir 10 tahun produktivitas kita hanya sekitar 5,1-5,3 per hektare. Pergerakannya tidak sampai 6 dalam arti produktivitas GKG [gabah kering giling]. Namun dalam gabah kering panen/GKP sudah mencapai 6,2 relatif tinggi. Dengan negara Asean kita nomor 2 setelah Vietnam,” ujarnya. 

Ismail memaparkan bahwa luas panen padi pada Januari-Juni 2021 dari 5,97 hektare, produksinya sebesar 30,63 juta GKG yang menghasilkan beras 17,56 juta ton. Kemudian luas panen pada Juli-Desember 2021 dengan luas 4,74 hektare produksinya mencapai 24,86 juta ton dan menghasilkan beras 14,25 juta ton. 

“Sementara itu, pada 2022 pada semester I luas panennya 6,16 hasil produksinya 31,38 juta ton GKG dan produksi berasnya mencapai 18,0 juta ton. perhitungan kami produksi kita lebih tinggi pada akhir 2022 dibanding 2021. Artinya kinerjanya masih bagus untuk padi,” jelasnya.

Sumber: Bisnis.com

Tags: kebutuhan beraskebutuhan panganluas sawahpadiSawah
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

RPB Perluas Jejaring Antarprovinsi untuk Stabilitas Kebutuhan Pangan Riau
Berita Pilihan

RPB Perluas Jejaring Antarprovinsi untuk Stabilitas Kebutuhan Pangan Riau

...

Read moreDetails
Pemerintah Luncurkan Subsidi Harga Kedelai Rp2.000/kg untuk Tekan Biaya Impor Akibat Dolar Naik

Pemerintah Luncurkan Subsidi Harga Kedelai Rp2.000/kg untuk Tekan Biaya Impor Akibat Dolar Naik

Harga Minyak Goreng dan Gula Pasir di Riau, Cek Rinciannya

Harga Minyak Goreng dan Gula Pasir di Riau, Cek Rinciannya

Harga Cabai di Riau Kompak Naik?

Harga Cabai di Riau Kompak Naik?

Kementan mendapat alokasi Rp89 triliun dari Rp200 triliun dana pemerintah yang ditempatkan di Himbara. Dana ini diharapkan memperkuat sektor pertanian dan menjadikan Indonesia super power pangan. Harga Cabai Naik Picu Lonjakan IPH di 17 Provinsi, Bengkulu dan DKI Jakarta Tertinggi

Harga Cabai Naik Picu Lonjakan IPH di 17 Provinsi, Bengkulu dan DKI Jakarta Tertinggi

Armada Minim, Personel Terbatas, RPB Sewa Truk Demi 47 Titik Operasi Pasar Selama Ramadan

Armada Minim, Personel Terbatas, RPB Sewa Truk Demi 47 Titik Operasi Pasar Selama Ramadan

Next Post
kejurnas senam

Persani Minim Anggaran, Kejuaraan Senam Dirapel

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.