• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Instrumen Berbasis Saham Masih Menjadi Primadona

Tim Redaksi by Tim Redaksi
26 Desember 2014
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, JAKARTA. Investor di pasar saham domestik bakal menutup 2014 dengan sumringah. Sepanjang tahun ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan imbal hasil di atas 20%. Jauh lebih baik ketimbang 2013 yang minus hampir 2%.

Instrumen berbasis saham masih menjadi motor penggerak investasi pada tahun ini. Lihat saja, reksadana saham dan reksadana campuran mencatatkan return tahunan cukup menggiurkan, yakni masing-masing 28% dan 17%. Berbeda dengan hasil investasi logam mulia yang jeblok. Misalnya, emas batangan Antam memberi return minus 0,95% sepanjang tahun ini. Di pasar berjangka, Kamis (25/12), harga emas di divisi Comex bursa New York di level US$ 1.173,50 per ons troi, atau menyusut 2,85% dibandingkan setahun lalu.

Berkaca hasil investasi tahun ini, investor optimistis menatap tahun depan. Di pasar saham, analis memprediksi perusahaan yang mencatatkan saham perdana (IPO) sepanjang 2015 lebih ramai ketimbang tahun politik 2014.

Jika ingin untung berlipat, pilihan paling pas adalah saham. Instrumen di luar saham seperti obligasi dan emas, belum menunjukkan sinyal bagus. Budi Hikmat, Chief Economist and Director for Investor Relation Bahana TCW Investment Management, memprediksi, pasar obligasi 2015 masih berfluktuasi akibat kenaikan yield surat utang AS, US Treasury. Investor berisiko mengalami capital loss akibat kenaikan yield surat utang negara (SUN) menjadi 8,82% di akhir 2015, ketimbang saat ini sekitar 7,7%.

Instrumen emas juga belum berkilau. Dengan pertumbuhan ekonomi tinggi, “Investor lebih tertarik masuk ke instrumen saham,” kata Direktur Panin Asset Management Ridwan Soetedja.

Sebaiknya investor memperbesar porsi investasi saham secara berkala. Tapi ingat, saham adalah investasi jangka panjang. Indonesia akan masuk era pembangunan yang menggenjot pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. “Tapi, jika horizon investasi jangka pendek, Anda harus bersikap konservatif, jangan masuk ke saham,” imbuh Presiden Direktur Samuel Asset Management, Agus Basuki Yanuar.

Namun tidak semua saham layak investasi. Pada tahun depan, secara selektif para investor bisa mempertimbangkan saham sektor konstruksi, perbankan, farmasi serta kelautan dan perikanan. “Sektor tersebut terdorong rencana pemerintah di sektor infrastruktur,” ujar praktisi pasar saham, Ellen May.(Kontan)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Data Kondisi Jalan Riau 2026 Masih Tunggu Verifikasi Kementerian PUPR
Regional

Data Kondisi Jalan Riau 2026 Masih Tunggu Verifikasi Kementerian PUPR

...

Read moreDetails
Data Realisasi Investasi Riau hingga September 2026, Cek Selengkapnya

Data Realisasi Investasi Riau hingga September 2026, Cek Selengkapnya

New Honda Genio Perkuat Fitur Fungsional dan Efisiensi Harian

New Honda Genio Perkuat Fitur Fungsional dan Efisiensi Harian

Anak Muda dan Pekerja Swasta Dominasi Pasar Saham Riau. Dari Pegawai hingga Pelajar, Ini Profil Investor Pasar Modal di Riau

Dari Pegawai hingga Pelajar, Ini Profil Investor Pasar Modal di Riau

BI Andalkan Ekspor dan Stabilitas Hadapi Tekanan Dana Asing

BI Andalkan Ekspor dan Stabilitas Hadapi Tekanan Dana Asing

Perjalanan Alvin Tedjo dari Keluarga Padang hingga Jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Perjalanan Alvin Tedjo dari Keluarga Padang hingga Jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Next Post

Tempat Populer Saat Wisata Ke Singapura

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.