• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Berikut Ini Cara Mengenali Gejala Hepatitis Pada Anak

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
6 Mei 2022
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Kasus hepatitis akut dengan penyebab tak jelas terjadi di Inggris Raya. Kejadian Luar Biasa ini dilaporkan pada 15 April 2022.

Pada 21 April, juga dilaporkan sebanyak 169 kasus dari 11 negara yang terjadi di IlInggria, Spanyol, Israel, Amerika Serikat, Denmark, Irlandia, Belanda, Italia, Norwegia, Perancis, Rumania, dan Belgia.

Spesialis penyakit dalam RA Adaninggar melalui akun Instagram @drningz, menjelaskan kasus tersebut terjadi pada usia 1 bulan hingga 16 tahun. Sebanyak 17 anak (sekitar 10 persen) membutuhkan cangkok liver/hati dan satu anak dilaporkan meninggal.

Secara klinis, hepatitis dapat dilihat dengan adanya beberapa gejala. Seperti ada masalah pada saluran pencernaan; mungkin nyeri perut, diare, mual, muntah.

Lalu peradangan liver secara akut, seperti; Kuning (ikterus), peningkatan enzim hati SGOT/AST dan SGPT/ALT > 500 IU/L, kencing seperti teh, nyeri sendi, lemas, BAB pucat.

Kondisi ini sebagian tidak disertai dengan demam, dan tidak didapatkan adanya virus hepatitis ABCDE. Kemudian, mungkin penderita pernah melakukan perjalanan ke luar negeri atau ke negara bukan faktor risiko

Kriteria diagnosis WHO

  • Epi-linked: Hepatitis akut (nonhepatitis A-E) pada usia berapapun yang sempat kontak erat dengan kasus probable, sejak 1 Oktober 2021.
  • Kemungkinan: Hepatitis akut (nonhepatitis A-E), enzim hati meningkat > 500 IU/L , usia 16 tahun / lebih muda, sejak 1 Oktober 2021.
  • Terkonfirmasi: Sementara belum ada kriteria ini.

Kemungkinan penyebab

Salah satu hipotesis penyebabnya adalah adenovirus. Adenovirus ditemukan pada 74 kasus dari tes molekular, 18 di antaranya diidentifikasi sebagai F tipe 41. SARS CoV2 ditemukan pada 20 kasus. Pada 19 kasus ditemukan infeksi bersamaan SARS CoV2 dan adenovirus.

Di Inggris dan Belanda ditemukan peningkatan jumlah kasus infeksi adenovirus di komunitas, yang dilihat dari hasil pemeriksaan feses anak. Jumlah kasus ini meningkat dibandingkan sebelum pandemi Covid-19. Bisa saja sebenarnya kasus sudah banyak sebelumnya namun jadi seolah banyak sekarang karena ada peningkatan tes dan surveilans.

Meskipun infeksi adenovirus dikatakan sebagai salah satu kemungkinan penyebab, tapi sebenarnya belum bisa menjelaskan penyakit secara keseluruhan. Ada lebih dari 50 tipe imunologis adenovirus yang bisa menyebabkan infeksi pada manusia, bisa mengenai mata, saluran napas, usus, liver, dan saluran kencing.

Adenovirus tipe 41 sebelumnya menyebabkan infeksi dengan gejala demam, diare, muntah disertai gejala saluran napas, dan tidak pernah menyebabkan hepatitis akut pada anak sehat, hanya terjadi pada anak dengan imunitas lemah. Biasanya menyebabkan suatu penyakit yang tidak lama.

Tindakan pencegahan

Orang tua harus waspada bila anak mengalami gejala flu disertai gejala saluran cerna dan kuning, segera periksakan ke dokter. Penanganan pertama di rumah adalah sebagai berikut:

  • Anak istirahat (bed rest).
  • Pastikan anak masih bisa makan dan minum.
  • Atasi gejala dengan obat-obatan pereda gejala.
  • Segera bawa ke RS bila diare dan muntah hebat hingga dehidrasi, demam tinggi, mata kuning, nyeri perut, kencing coklat seperti teh, BAB berwarna pucat.

Pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan membiasakan anak pola hidup bersih dan sehat, yaitu:

  • Pakai masker di tempat umum
  • Cuci tangan.
  • Etika batuk dan bersin.
  • Konsumsi makanan dan air yang bersih dan matang.
  • Nutrisi yang baik, aktivitas fisik, cukup tidur.***

 

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Pilihan

Putusan Komisi Informasi Provinsi Riau Kontradiktif, Warga Lanjut Gugat ke PTUN

...

Read moreDetails
Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya Jadi Danau Terdalam ke 12 di Dunia

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya jadi Danau Terdalam Ke 12 di Dunia

5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Ini 5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Heboh Isu BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Heboh Kabar BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Next Post
Burung Hud Hud

Belajar Menangkal Hoaks dari Kisah Nabi Sulaiman dan Burung Hud Hud

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.