• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pelecehan Seksual di Kampus, Nadiem: Niat dan Perilaku Itu yang Membedakan Kita dengan Binatang

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
18 November 2021
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim mengakui bahwa pelecehan seksual di lingkungan kampus di Indonesia tak ubahnya seperti fenomena gunung es. Sebanyak 77% dosen mengakui pernah melihat kekerasan seksual di lingkungan kampus dan 65% diantaranya tidak berani melaporkan kasus tersebut

Hal ini diungkapkan oleh Nadiem dalam podcast di Youtube Deddy Corbuzier, seperti dilihat Bertuahpos.com, pada Kamis, 18 November 2021. Berdasarkan riset lainnya, kekerasan seksual terjadi bukan didominasi oleh wanita dengan pakaian terbuka, melainkan mereka yang mengenakan pakaian cenderung dan lebih tertutup, dan kasus kekerasan seksual tidak terjadi pada malam hari, tapi di dominasi pada siang hari (30%) dan sore hari (20%).

“Fakta ini mengungkapkan bahwa pakaian hanya dijadikan alasan pembenaran bagi pelaku mengapa pelaku melakukan perbuatan tersebut. Sedangkan waktu menunjukkan potensi terjadinya kekerasan seksual justru pada saat jam kerja, dan tidak ada ketakutan dari pelaku untuk melakukan perbuatan tersebut,” ungkapnya.

Pernyataan Nadiem ini merespon hebohnya kasus pelecehan seksual yang dialami oleh seorang mahasiswi Jurusan Hubungan Internasional (HI) Fisipol Universitas Riau (Unri) yang sempat viral di sosial media beberapa waktu lalu. Lebih mencengangkan, pelaku diduga adalah dosen sekaligus Dekan Fisipol Unri atas nama Syafri Harto, yang kini sudah ditetapkan tersangka oleh pihak Polda Riau atas kasus pelecehan seksual.

“Jika kita melihat dasar dari persoalan ini, bukan masalah cara berpakaian, tapi pola pikir yang tidak bisa dikontrol sehingga menghasilkan tindakan pelecehan seksual. Nafsu itu wajar ketika melihat sesuatu, tapi melakukan tindakan pelecehan seksual tetap saja itu sebuah kesalahan yang melanggar hukum. Jadi nggak ada korelasinya dengan cara orang berpakaian,” ungkapnya.

“Saya kadang-kadang merasa tersinggung dengan pernyataan seperti itu. Bukan hanya perempuan, tapi sebagai cowok, kok merasa kita lemah banget, karena kita nggak punya kontrol. Itu sama saja meremehkan cowok-cowok kan. Ini masalah perilaku dan mengontrol diri,” sambungnya.

Menurut Nadiem, harus ada pemisahan antara apa yang dipikirkan seseorang dengan apa tindakan yang harus dilakukan seseorang, dalam kasus ini adalah pelecehan dan kekerasan seksual. “Pemisahan antara apa yang dipikir dengan tindakan apa yang akan dilakukan itulah yang membedakan kita dengan binatang,” ucapnya.

Nadiem berucap, bahwa kondisi seperti itulah yang saat ini beredar di lingkungan perguruan tinggi di Indonesia. Lantas, masalah lain yang juga sering dihadapi korban, yakni minimnya bukti. Terkait persoalan ini, dia menjelaskan korban yang paling cenderung menerima sanksi sosial oleh orang-orang terdekat mereka.

“Misalnya ada korban pelecehan seksual di kampus, dia tidak mempunyai alat bukti, lalu ada dorongan pada dirinya untuk lebih berani dengan menceritakan kejadian itu pada teman-temannya, maka orang di sekitarnya cenderung mendorong agar dia berhenti memperpanjang masalah itu,” katanya.

“Anggaplah, si korban lebih berani lagi dengan melaporkan ke tingkat institusi, maka si korban akan didorong untuk melakukan penyelesaian persoalan itu secara kekeluargaan. Ini jelas menurunkan derajat penyelesaian masalah dengan prinsip-prinsip kekeluargaan, bukan seperti itu caranya. Didorong untuk lebih berani lagi, dengan membuat pengakuan misalkan di sosial media, maka si korban berpotensi terjerat UU ITE. Di sini rumitnya menurut saya,” kata Nadiem. (bpc2)

Tags: HI Unrihubungan internasionalpelecehan seksualseksual di kampusSyafri Hartotersangka pelecehan seksualuniversitas riauUNRI
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Tekan Angka Stunting, Tim Kukerta UNRI Edukasi Warga Indragiri Hulu soal PMT
Regional

Tekan Angka Stunting, Tim Kukerta UNRI Edukasi Warga Indragiri Hulu soal PMT

...

Read moreDetails
Mahasiswa Doktoral FEB UNRI Pelajari Manajemen UMKM di Melaka Malaysia

Mahasiswa Doktoral FEB UNRI Pelajari Manajemen UMKM di Melaka Malaysia

FEB UNRI Bantu UMKM Laundry Tualang Naik Kelas dengan Transformasi Digital

FEB UNRI Bantu UMKM Laundry Tualang Naik Kelas dengan Transformasi Digital

Aslan Wiguna Terpilih Jadi Ketua Ikafe Unri Periode 2026-2030 secara Aklamasi

Aslan Wiguna Terpilih Jadi Ketua Ikafe Unri Periode 2026-2030 secara Aklamasi

Kampus UNRI dan Pemprov Riau Teken Kerja Sama — Perkuat Ekonomi Daerah Lewat Sektor Perikanan

Kampus UNRI dan Pemprov Riau Teken Kerja Sama — Perkuat Ekonomi Daerah Lewat Sektor Perikanan

Milad FK UNRI 2024 Ditutup dengan Syukuran Penuh Kehangatan

Milad FK UNRI 2024 Ditutup dengan Syukuran Penuh Kehangatan

Next Post
vaksin zifivax halal

Calon Jemaah Umroh Dipersilahkan Mulai Suntikan Vaksin Booster

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.