• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 7, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Akhir September 2021, Realisasi APBN di Riau Rp28,83 Triliun

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
18 Oktober 2021
Realisasi APBN Riau

Pertemuan media meeting Kanwil DJPb Riau, Senin, 18 Oktober 2021 (Foto: Bertuahpos/Melba)

105
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Provinsi Riau sampai dengan akhir September 2021 sebesar Rp 28,83 Triliun. Dari jumlah tersebut sebesar Rp7,99 Triliun dialokasikan pada DIPA Kementerian/Lembaga yang terdiri dari 486 Satuan Kerja di seluruh Provinsi Riau. Sedangkan Rp20,83 triliun lainnya  dialokasikan untuk Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD). 

“Sampai dengan September 2021, realisasi belanja K/L berjalan on-track dan telah mencapai target yang ditetapkan sebesar 60% yakni sebesar 67,57%. Namun, masih diperlukan perhatian khusus pada Bantuan Sosial yang baru mencapai 51,10%,” ujar Kepala Kantor Wilayah DJPb Riau Ismed Saputra dalam media meeting triwulan III, Senin, 18 Oktober 2021.

Dia menambahkan, secara umum dapat dikatakan bahwa kinerja belanja K/L hingga akhir September 202, tercatat naik jika dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun 2020 yakni 63,00%. 

Ismet menjelaskan, jika dilihat dari kelembagaan persentase realisasi anggaran tertinggi dicapai oleh satuan kerja lingkup Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), namun secara nilai realisasi dan pagu tertinggi masih didominasi oleh serapan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Selain itu, program lain juga berkontribusi cukup tinggi dalam serapan yakni pada anggaran untuk infrastruktur konektivitas, yang dipakai untuk pembangunan beberapa proyek strategis yang berdampak pada multiplier effect bagi Riau.

Diantaranya preservasi Jalan Sei Akar — Bagan Jaya, kemudian preservasi Jalan Simpang Siak Sri Indrapura – Mengkapan/Buton serta pembangunan Jembatan Nilo.

Ismet menambahkan, untuk persentase serapan triwulan III/2021 berdasarkan jenis belanja terhadap pagu adalah untuk belanja Kementerian/Lembaga masih didominasi oleh Belanja Pegawai (74,69%), disusul Belanja Barang (64,23%) serta Belanja Modal (61,22%). 

Sedangkan untuk TKDD realisasi tertinggi terjadi pada Dana Bagi Hasil sebesar (98,03%), Transfer Dana Alokasi Umum (78,95%), dan Dana Alokasi Khusus Non Fisik (62,15 %). 

Khusus Belanja Modal, meski serapan pada akhir triwulan III 2021 masih 61,22 persen, namun dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, terjadi kenaikan sebesar 12,71 %. 

Faktor pendorong percepatan proses lelang untuk belanja modal konstruksi, percepatan penunjukkan para pejabat pengelola keuangan, terealisasinya beberapa jenis belanja modal yang mengalami penundaan pada tahun 2020. 

“Dengan realisasi belanja modal yang tinggi ini, pemerintah ingin menjaga momentum pembangunan infrastruktur maupun berbagai belanja di bidang investasi,” ungkapnya.

Sementara itu, lanjut Ismed terkait realisasi TKDD per Pemda yang mencapai Rp15,96 Triliun (60,62%), Kabupaten Rokan Hulu merupakan Pemda dengan tingkat realisasi TKDD paling tinggi (67,61%). “Sedangkan Kabupaten Rokan Hilir memiliki tingkat realisasi terendah (52,02%),” terangnya.

Dia juga menuturkan, untuk realisasi DAK Fisik seluruh pemda lingkup Provinsi Riau mencapai Rp472,01 Miliar atau 28,14% dari Pagu Rp1,68 Triliun. Kabupaten Siak merupakan kabupaten dengan tingkat penyaluran tertinggi yaitu 38,74%, sedangkan Kabupaten Indragiri Hilir merupakan kabupaten dengan tingkat penyaluran terendah yaitu 20,08%,” terangnya.

“Realisasi Dana Desa per kabupaten mencapai Rp974,05 miliar (65,61%) dengan Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki tingkat penyaluran tertinggi (76,79%) dan Kabupaten Rokan Hilir terendah dengan tingkat penyaluran 50,18%,” pungkasnya. (bpc2)

Tags: APBN di RiauDJPb riaurealisasi apbn
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Hingga April 2024, Realisasi Pendapatan APBN di Riau Capai Rp7,08 Triliun
Finance

Hingga April 2024, Realisasi Pendapatan APBN di Riau Capai Rp7,08 Triliun

...

Read moreDetails
gaji 13 asn 2022, rupiah menguat, gratifikasi auditor inspktorat

Realisasi Hingga Rp20 Triliun, Berikut Ini Sektor – Sektor Penunjang Pendapatan Negara di Riau

tingginya harga pupuk sawit, pasar otomotif riau

DJPb Riau Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lewat Sektor Unggulan

Pertumbuhan ekonomi Riau

Tumbuh Stabil di Triwulan II Tahun 2023, Struktur Ekonomi Riau Didominasi Industri Pengolahan

kinerja APBN Riau 2021

DJPb Sebut Capaian Kinerja APBN di Riau 2021 Menggembirakan

Pemulihan Ekonomi, Pemprov Riau Perlu Intervensi untuk Percepat Belanja Daerah

Next Post

Kasus Anti Doping, Netizen Minta Jokowi Copot Menpora Zainudin Amali

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.