• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Beredar Indonesia Masuk Kategori A1 High Risk dari WHO, Ini Tanggapan Kemenkes

Romi J. by Romi J.
27 Juni 2021
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Baru-baru ini beredar informasi jika organisasi kesehatan dunia (WHO) memasukkan Indonesia ke kategori A1 high risk penyebaran Covid-19.

Menurut narasi tersebut, Indonesia kini sejajar dengan beberapa negara lain, seperti India, Pakistan, Brazil, dan Filipina.

Menanggapi informasi ini, juru bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi menyataka informasi tersebut tidak benar atau hoaks.

Siti Nadia menegaskan bahwa WHO tak pernah melakukan klasifikasi negara penyebaran Covid-19. WHO, kata dia, sejak pandemi Covid-19 dimulai sudah menyatakan seluruh dunia berada level beresiko tinggi (high risk).

“Kami sudah memverifikasi informasi tersebut kepada WHO dan mendapatkan keterangan bahwa WHO tidak pernah membuat klasifikasi negara dengan predikat A1 dan kode lainnya,” jelas Siti Nadia di laman Kemenkes.

Dilanjutkan Siti Nadia, terkait penolakan warga negara Indonesia memasuki negara lain, itu adalah kebijakan dan kewenangan masing-masing negara. Tidak ada kaitan penolakan warga negara dengan WHO.

“Jadi, keputusan itu adalah hak masing-masing negara sama seperti saat ini tidak menerima WNA dari India, Pakistan, bahkan kemarin sempat juga dari Inggris,” pungkas Siti Nadia. (bpc4)

Tags: a1kemenkesWHO
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Stok Menipis, Pemprov Riau Minta Tambahan 850 Ribu Pcs Masker ke Pusat
Lifestyle

Simak Protokol Pelindung Diri dari Kabut Asap Karhutla

...

Read moreDetails
Kabut asap Kemenkes Sebut Belum Ada Kasus ISPA Berat di Kalimantan

Kemenkes Sebut Belum Ada Kasus ISPA Berat di Kalimantan

kasus penyakit cacar monyet, vaksin cacar monyet

WHO Pertegas Orang Terinfeksi Cacar Monyet Jangan Dekati Hewan Peliharaan

penyakit cacar monyet

Dunia Darurat Wabah Cacar Monyet, Pemerintah Indonesia Sebut Masih Jauh dari Pandemi

WHO: Jangan Panik dengan Cacar Monyet

kasus penyakit cacar monyet, vaksin cacar monyet

Makin Mengkhawatirkan, Denmark Akan Suntikkan Vaksin Cacar Monyet ke Warganya

Next Post
Foto aesthetic alam

Hutan Kota Pekanbaru Spot Cocok untuk Berburu Foto Aesthetic Alam

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.