• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, Oktober 5, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Perebutan Keraton Aceh, Perang di Tengah Wabah

Romi J. by Romi J.
7 April 2021
Pasukan artileri Belanda saat mengepung Keraton Aceh

Pasukan artileri Belanda saat mengepung Keraton Aceh

138
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Tahun 1874, pasukan Belanda dibawah pimpinan jenderal gaek, Jan van Swieten, telah mengepung keraton Aceh.

Sultan Aceh, Sultan Alaudin Mahmud Syah II bertahan di dalam keraton, dengan dikawal sekitar 1,500 prajurit Aceh. Pemimpin perang Aceh, Panglima Polim, juga berada di keraton bersama Sultan.

Ketika dua pasukan siap bertempur, datang musuh yang tak disangka-sangka, yaitu wabah penyakit kolera. Musuh baru ini tak memandang kawan dan lawan, banyak prajurit Aceh maupun serdadu Belanda yang menjadi korban.

Nino Oktarino dalam bukunya ‘Perang Terlama Belanda: Kisah Perang Aceh 1873-1914’ (hal. 56-62) menuliskan wabah ini membuat pertahanan Aceh melemah. Tidak kurang dari 150 orang setiap harinya dikuburkan akibat tewas karena wabah kolera. Bahkan, yang terburuk, sultan juga terkena wabah ini.

Di pasukan Belanda, situasi tak kalah buruknya. Untuk mengurangi penularan wabah, van Swieten mengurangi pasukan yang mengepung keraton.

Wabah ternyata membawa perubahan besar terhadap hasil pertempuran. Karena pasukan Belanda melemah, sultan Aceh dan Panglima Polim berhasil meloloskan diri dari kepungan Belanda pada 13 Januari 1874, 10 hari sebelum Belanda menaklukkan keraton pada 24 Januari 1874.

Sultan Alaudin Mahmud Syah II akhirnya meninggal pada 28 Januari 1874, dan digantikan keponakannya, Tuanku Muhammad Daud. (bpc4)

Tags: keraton acehPerang acehperang ditengah wabahwabah
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Warga di Riau Diminta Waspadai Penyakit Cacar Monyet, Sudah Ada Temuan Kasus?
Berita Pilihan

Warga di Riau Diminta Waspadai Penyakit Cacar Monyet, Sudah Ada Temuan Kasus?

...

Read moreDetails
Wabah Bakteri Pemakan Daging

Sudah 1.000 Kasus Terinfeksi, Heboh Wabah Bakteri Pemakan Daging STSS di Jepang

wabah flu burung di australia

Filipina Larang Impor Unggas dari Australia Akibat Wabah Flu Burung

burung bangau mati

Mewabah di Israel, Ribuan Burung Bangau Mati

vaksin covid

IDI: Tak Ada Wabah Reda Tanpa Vaksin

Perebutan Keraton Aceh, Perang di Tengah Wabah

Next Post
pengamat politik rocky gerung

Rocky Gerung Sebut Gelar Perkara Kasus Penembakan Laskar FPI Pertaruhkan Reputasi Kapolri

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.