• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Catatan Sejarah 17 Februari: Tsunami Raksasa 80 Meter Maluku

Romi J. by Romi J.
17 Februari 2021
122
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Tanggal 17 Februari, ada dua gempa dan juga dua tsunami yang disebabkan gempa melanda wilayah Indonesia.

Tanggal 17 Februari 1996, pada pukul 14:59 waktu setempat, gempa dengan kekuatan 8,2 Skala Richter (SR) mengguncang Biak, Papua.

Akibat gempa ini, terjadi tsunami setinggi 7 meter, yang menyapu pesisir Biak. Akibat gempa dan tsunami ini, menurut wikipedia, tercatat 166 orang tewas, 423 luka-luka, dan 5,090 lainnya mengungsi.

Tanggal 17 Februari juga menjadi saksi bisu terjadinya tsunami raksasa 80 meter yang terjadi di Maluku pada tahun 1674. Sebagai perbandingan, tsunami Aceh yang menewaskan 280 ribu korban jiwa ‘hanya’ setinggi 24 meter.

Tidak diketahui berapa kekuatan gempa yang menyebabkan tsunami raksasa ini. Namun, menurut catatan salah satu saksi mata, George Everhard Rumphius, ahli botani Jerman, dilansir dari Tirto.id, gempa ini menyebabkan tanah naik turun bagai lautan.

Rumphius juga mencatat bahwa setelah gempa, gelombang air yang lebih tinggi dari atap rumah dan menyapu desa-desa di Maluku dan kepulauan sekitarnya. Korban jiwa diperkirakan mencapai 2,322 jiwa.

Berikut adalah catatan Rumphius:

“Lonceng-lonceng di Kastel Victoria di Leitimor, Ambon, berdentang sendiri. Orang berjatuhan ketika tanah bergerak naik turun seperti lautan. Begitu gempa mulai menggoyang, seluruh garnisun, kecuali beberapa orang yang terperangkap di atas benteng mundur ke lapangan di bawah benteng, menyangka mereka akan lebih aman. Tetapi sayang sekali, tidak seorangpun menduga air akan naik tiba-tiba ke beranda benteng. Air sedemikian tinggi hingga melampau atap rumah dan menyapu bersih desa. Batuan koral terdampar jauh dari pantai.”

(bpc4)

Tags: Malukutsunamitsunami raksasatsunami raksasa maluku
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Hasil Riset Hak Tenurial Pesisir Dorong Negeri Liang Susun Perneg
Lingkungan

Hasil Riset Hak Tenurial Pesisir Dorong Negeri Liang Susun Perneg

...

Read moreDetails

Gempa 5,0 Magnitudo Guncang Lampung Siang Ini

Sejarah Mencatat, Tsunami Sudah Terjang Indonesia Sejak Tahun 416 Masehi

Catatan Sejarah 26 Desember: Gempa dan Tsunami Aceh

BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami NTT, Sempat Terpantau di Sejumlah Titik

Waspada, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami untuk Larantuka, NTT

Next Post

Muhammadiyah: UU ITE Dijadikan Alat Politik-Kekuasaan oleh Kelompok Kepentingan

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.