• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Akhir Perjuangan Masharo Aoki, Pejuang Indonesia dari Jepang

Tim Redaksi by Tim Redaksi
28 Agustus 2019
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Pasukan Masharo Aoki disergap dan ditawan pasukan republik pada tahun 1946 di daerah Majalaya. Karena perlakuan baik pasukan republik, Masharo Aoki menyatakan masuk Islam dan berganti nama menjadi Abu Bakar.

40 tentara Jepang dan Korea dibawah Abu Bakar lainnya juga bergabungnya. Abu Bakar kemudian membagi pasukannya menjadi instruktur dan komandan seksi, sesuai keahlian masing-masing.

Dalam perjuangannya, Abu Bakar dan pasukannya seringkali melakukan penghadangan dan penyergapan kepada pasukan Belanda. Tak jarang pula, dilakukan penyerangan pos-pos militer Belanda.

Tahun 1947, Abu Bakar mendapat laporan ada rencana Belanda yang ingin menyerang Garut. Pasukan Abu Bakar kemudian melakukan pencegahan dengan menghancurkan jembatan penghubung ke Garut, sehingga tak bisa dilewati pasukan Belanda.

Aksi Abu Bakar dan pasukan eks Jepang ini memicu kemarahan militer Belanda. Suatu pasukan buru sergap dibawah pimpinan Letnan Kolonel PW van Duin kemudian dibentuk untuk memburu Abu Bakar.

Awal Februari 1948, sesuai perjanjian Renville, Divisi Siliwangi harus meninggalkan Jawa Barat, dan hijrah ke wilayah Republik di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Namun, pasukan Abu Bakar tetap tinggal di Jawa Barat. Mereka kemudian bermarkas di Desa Parentas, perbatasan Garut dan Tasikmalaya. 

Senin, 25 Oktober 1948, Abu Bakar dan beberapa orang kepercayaannya tengah melakukan rapat mengenai penyusupan pasukan dan strategi perlawan DI/TII. Dua orang pejuang asal Korea berjaga-jaga diluar.

Rapat berlangsung hingga tengah malam, 26 Agustus 1948. Pukul 01.30, tiba-tiba pasukan buru sergap Letnan Kolonel PW van Duin mendobrak pintu setelah melumpuhkan penjaga. Abu Bakar tak sempat melakukan perlawanan, dan langsung ditawan Belanda.

Februari 1949, Abu Bakar dijatuhi hukuman mati oleh Belanda. Dia kemudian dipindahkan kembali ke Garut.

Sabtu, 21 Mei 1949, hukuman mati terhadap Abu Bakar dilaksanakan. Abu Bakar dibawa ke pinggri sungai Cimanuk, dan ditembak mati. Jenazahnya dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Pasirpogor, sebelum pada 1975 dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Tenjolaya, Garut, dikutip dari historia.id. (bpc2)

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Honor Resmi Meluncurkan Honor Win RT2 dan Honor Win Turbo2, Intip Spesifikasi dan Harganya
Teknologi

Honor Resmi Meluncurkan Honor Win RT2 dan Honor Win Turbo2, Intip Spesifikasi dan Harganya

...

Read moreDetails
Jepang Siapkan Pengurangan Subsidi Bensin Mulai Desember 2026, Apa yang Terjadi?

Jepang Siapkan Pengurangan Subsidi Bensin Mulai Desember 2026, Apa yang Terjadi?

Harga Emas Diramalkan Sulit Bangkit, Ini Alasannya

Harga Emas Dunia Anjlok, Aksi Jual Saham Teknologi Jadi Pemicu

Yamaha TMAX 560 2026, Skutik Bongsor Kantongi Sertifkasi Euro5+, Harga Setara Rumah

Yamaha TMAX 560 2026, Skutik Bongsor Kantongi Sertifkasi Euro5+, Harga Setara Rumah

Cuaca Riau Hari Ini Sabtu 9 Mei 2026, Cek Selengkapnya

Cuaca Riau Hari Ini, Asap Masih Pekat, 11 Titik Panas Terdeteksi

Karhutla Hancurkan Hampir 300 Rumah, 1.000 Warga Mengungsi

Dampak Karhutla Mengancam Investasi Properti hingga Awal 2027

Next Post

Tenggelam Sejak Kemarin Sore di Sungai Siak, Hingga Pagi Ini Kenzi Belum Ditemukan

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.