• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, November 2, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Anak-anak yang Tak Punya Cita-cita

Tim Redaksi by Tim Redaksi
20 Juli 2019
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Sekarang, jika ditanyakan apa cita-cita seorang anak, maka akan didapat beragam jawaban. Tentara, polisi, dokter, presiden, bahkan youtuber.

Namun, jawaban itu tak akan didapat dari mulut anak zaman kolonial. Pada tahun 1800-an, seorang anak (terutama dari kalangan jelata), bahkan tak berani untuk mempunyai cita-cita.

Dikutip dari Historia, Sabtu 20 Juli 2019, anak di zaman kolonial hanya tahu bahwa dia akan melanjutkan profesi orang tuanya. Kebanyakan profesi orang tua saat itu adalah petani, kuli kebun, ataupun buruh pabrik.

Para orang tua sebenarnya tahu, ada banyak profesi lain diluar petani ataupun kuli. Ada mantri, pegawai negeri, ataupun guru. Namun, mereka tak bisa berharap banyak sang anak bisa meraihnya, karena profesi tersebut memerlukan pendidikan. Sementara, pendidikan adalah sesuatu yang langka saat itu.

17 September 1901, Ratu Wilhelmina mengatakan bahwa Belanda berutang moral dan berhutang budi kepada kaum bumiputera. Tercetuslah politik balas budi. Salah satunya adalah dengan membuka akses pendidikan bagi rakyat jelata pribumi.

Berkat politik balas budi, cita-cita anak mulai bergeser. Mereka mulai mengharapkan bekerja sebagai pegawai rendah di pemerintahan kolonial. Dapat gaji bulanan dan berbagai fasilitas. (bpc2)

 

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Cuaca Riau dan Prakiraan Gelombang Laut Hari Ini, 2 November 2026
Lingkungan

Cuaca Riau dan Prakiraan Gelombang Laut Hari Ini, 2 November 2026

...

Read moreDetails
Begini Cara Mengatasi Motor Overheat dan Ketahui Penyebabnya

Begini Cara Mengatasi Motor Overheat dan Ketahui Penyebabnya

5 Daerah di Riau Dilanda Karhutla, 7 Helikopter Dikerahkan. Karhutla Picu Krisis Ekologi, Ini Saran Solusi dari Ahli

Karhutla Picu Krisis Ekologi, Ini Saran Solusi dari Ahli

Honda Spacy 125, Skutik Dimensi Kompak dengan Konsumsi BBM Diklaim Irit

Honda Spacy 125, Skutik Dimensi Kompak dengan Konsumsi BBM Diklaim Irit Harganya Rp18 Jutaan

Bentley Torcal First Edition, SUV Listrik Tampil dengan Kabin Mewah dan Performa Tinggi

Bentley Torcal First Edition, SUV Listrik Tampil dengan Kabin Mewah dan Performa Tinggi

Selat Hormuz Memanas, IHSG Terpaksa Parkir di Zona Merah. 23 Perusahaan Tunda IPO Saham 2026, Pasar Dinilai Belum Kondusif

23 Perusahaan Tunda IPO Saham 2026, Pasar Dinilai Belum Kondusif

Next Post

Hanya Hujan Lokal, Cuaca di Riau 33 Derajat Celcius Hari Ini

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.