Ini Cara Alami 'Mengusir' Nyamuk DBD

Rabu, 01 Maret 2017 18:30
Ini Cara Alami 'Mengusir' Nyamuk DBD

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU - Mungkin tak banyak yang tahu, untuk ' mengusir' atau mencegah penyebaran nyamuk penyebab demam berdarah, Aedes Aegypti, berkembang dilingkungan tempat tinggal kita, bisa menggunakan beberapa cara alami.

Seperti yang dikatakan dr.Rivo Yos Handoyo kepada bertuahpos.com, Rabu (01/03/2017). dr. Rivo mengatakan, untuk membunuh nyamuk, juga bisa dilakukan dengan cara membakar kapur barus. Cara ini sudah dilakukan sejak jaman dahulu dan terbukti cukup ampuh untuk mengusir nyamuk.

Baca: Berantas Nyamuk dengan 3M

" Membakar kapur barus dan meletaknya di dalam ruangan tertutup selama 10-15 menit, setelah itu nyamuk tidak akan kembali lagi," ujarnya.

Cara lainnya juga bisa dengan menanam tanaman pengusir nyamuk di bawah jendela-jendela rumah. Seperti tanaman Zodia.

Baca: DBD Meningkat, Lingkungan Penyebab Utama

Daun Zodia ini bila di pencet akan mengeluarkan getah yang berbau sangat menyengat di hidung. Daun ini terkenal bisa untuk mengusir nyamuk dan serangga. Selain itu, bisa juga dengan mengusapkan daun zodia ke seluruh badan. Tanaman ini memiliki beberapa sifat yang mampu mencegah nyamuk berkembang biak.

Untuk mendapatkannya tidaklah susah. Tanaman ini banyak dijual di Sumatera Barat, tepatnya di Kecamatan Bonjol. Atau bisa juga anda jumpai di berbagai tempat pembudidayaan tanaman.

Penulis : Chaca

TRAVELLING

Berita Terkini

Pria Paruh Baya Diamankan Polsek Tambang Pelaku Pencabulan Anak Gadis Dibawah Umur
Senin, 26 Juni 2017 21:29

Pria Paruh Baya Diamankan Polsek Tambang Pelaku Pencabulan Anak Gadis Dibawah Umur

Unit Reskrim Polsek Tambang Polres Kampar telah mengamankan seorang pria, sebagai tersangka pelaku pencabulan anak gadis dibawah umur

Istana Siak Membludak, Balai Kerapatan Sepi Pengunjung
Senin, 26 Juni 2017 21:25

Istana Siak Membludak, Balai Kerapatan Sepi Pengunjung

Museum Balai Kerapatan Tinggi, salah satu bangunan bersejarah di Siak Sri Indrapura. Selain memiliki Istana Asyerayah Al Hasyimiah, Balai Kerapatan yang kini menjadi salah satu tempat untuk berwisata

Asik, Besok Wisata Dakwah Okuta Sudah Buka Kembali
Senin, 26 Juni 2017 21:22

Asik, Besok Wisata Dakwah Okuta Sudah Buka Kembali

Setelah merayakan Idul Fitri, masyarakat Pekanbaru, Selasa (27/06/2017) besok sudah bisa kembali menikmati berbagai wahana di Wisata Dakwah Okura (WDO)

300 Orang Warga Simawant Asal Riau Pulang Basamo
Senin, 26 Juni 2017 21:06

300 Orang Warga Simawant Asal Riau Pulang Basamo

Sekitar 300 orang warga asal Nagari Simawang Rambatan Tanah Datar, Kota Pekanbaru serentak Pulang Mudik atau Pulang Basamo (Pulbas)

UN 2018, Tidak Hanya Soal Pilihan Ganda
Senin, 26 Juni 2017 21:00

UN 2018, Tidak Hanya Soal Pilihan Ganda

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana membuat soal UN lebih bervariasi di tahun 2018 nanti

Membongkar Asitektur Rumah Gadang
Senin, 26 Juni 2017 20:49

Membongkar Asitektur Rumah Gadang

Rumah Gadang. Rumah khas Suku Minangkabau itu sudah terkenal hingga seluruh dunia. Tidak sedikit turis asing terpesona dengan arsitektur Rumah Gadang

Makanan Di Siak Mahal, Masyarakat Pilih Bawa Bekal Dari Rumah
Senin, 26 Juni 2017 20:42

Makanan Di Siak Mahal, Masyarakat Pilih Bawa Bekal Dari Rumah

Liburan Hari raya idul Fitri banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berkumpul dan berlibur bersama keluarga dan teman-teman

Tepian Bandar Sungai Jantan Di Serbu Wisatawan
Senin, 26 Juni 2017 20:37

Tepian Bandar Sungai Jantan Di Serbu Wisatawan

Untuk mengisi liburan Hari raya idul Fitri tahun 1438 Hijriah Tepian bandar sungai jantan Siak Sri Indrapura di serbu wisatawan lokal

H+2 Mobil Kontainer RAPP Sudah Lalu Lalang
Senin, 26 Juni 2017 20:26

H+2 Mobil Kontainer RAPP Sudah Lalu Lalang

Jelang arus mudik lebaran Pemerintah Kabupaten Siak dari Dinas perhubungan melarang beroprasinya kendaraan pengangkut kayu log, batu bara

Kendaraan Menuju Bukittinggi Mulai Mengular
Senin, 26 Juni 2017 16:30

Kendaraan Menuju Bukittinggi Mulai Mengular

Jalan Nasional Sumbar-Riau penghubung Payakumbuh-Bukittinggi mulai dipadati kenderaan roda empat dan dua dari berbagai daerah di Sumbar menuju Bukittinggi.