Jokowi Replanting Sawit Rakyat, Petani Karet : Presiden Tak Peduli pada Karet

Sabtu, 10 Pebruari 2018 13:15
Jokowi Replanting Sawit Rakyat, Petani Karet : Presiden Tak Peduli pada Karet

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo replanting ribuan hektare kebun sawit rakyat. Dan pada akhir Februari 2018 ini dijadwalkan akan replanting ribuan kebun sawit rakyat di Kabupaten Rokan Hulu, Riau. 

Hal ini menimbulkan kecemburuan bagi para petani karet, khususnya yang berada di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). 

Pasalnya sejak tahun 2014 atau sejak rezim pemerintah Jokowi harga karet terus anjlok. Sehingga petani tak bisa lagi mengandalkan karet sebagai sumber penghasilan utamanya. 

"Sawit terus yang diurus. Karet yang harganya buat petani demam gak pernah dipedulikan. Padahal sudah 4 tahun," ungkap salah satu petani karet asal Kabupaten Rohul, Toyib saat dihubungi kru bertuahpos.com, Sabtu(10/2/2018).

Pria yang akrab disapa Jegel tersebut mengatakan bahwa pemerintah seharusnya adil dalam hal mensejahterakan rakyat, khususnya petani.

"Seharusnya pak Jokowi itu adil. Jangan hanya sawit saja yang diperhatikan. Kami sebagai petani karet juga butuh perhatian, minimal usahakan lah biar harganya bisa naik," ujarnya.

Hal serupa juga dikatakan petani karet lainnya, Maskurin yang juga merupakan warga Kabupaten Rokan Hulu, tepatnya di Desa Pasir Utama Kecamatan Rambah Hilir. 

"Gak termakan hasil karet sama kita. Memang seharusnya pemerintah itu turun ke petani, biar dia tau penderitaan petani karet ini. Kalau replanting sawit, ya petani karet juga harus diperhatikan lah," katanya. 

Baca: Petani Rohul Menyesal Pernah Tanam Pohon Karet

Pria yang akrab disapa Kurin tersebut mengatakan bahwa saat ini harga karet hanya tinggal 25% dari harga sebelum tahun 2014.

"Sekarang harga karet cuma Rp 6.000 per kilogramnya. Ini tinggal 25% dari harga yang pernah ada. Mau makan apa anak isteri kita," ungkapnya. 

Seperti diketahui, petani karet telah mengeluhkan harga karet yang tak kunjung naik sejak tahun 2014 lalu. Karena sebelum tahun 2014, harga karet yang diterima petani bisa mencapai Rp 25.000 per kilogramnya. (bpc11)

Klik tombol Like jika Anda suka dengan Berita ini

TRAVELLING

Berita Terkini

Waduh, Wakil Rakyat Ikut Eksis di Baliho Paslon Gubri
Rabu, 21 Pebruari 2018 22:21

Waduh, Wakil Rakyat Ikut Eksis di Baliho Paslon Gubri

Ketua dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru ikut eksis dalam baliho milik salah satu pasangan calon (Paslon) Gubernur Riau (Gubri).

805 Personil Gabungan Bakal Kawal Aksi BEM se-Indonesia Besok
Rabu, 21 Pebruari 2018 22:04

805 Personil Gabungan Bakal Kawal Aksi BEM se-Indonesia Besok

Sebanyak 805 personil gabungan akan kawal aksi unjuk rasa yang digelar oleh ratusan mahasiswa dari universitas di Indonesia besok, Kamis (22/2/2018)

Minat Petani Padi Peserta AUTP di Payakumbuh Menurun
Rabu, 21 Pebruari 2018 21:35

Minat Petani Padi Peserta AUTP di Payakumbuh Menurun

Minat masyarakat petani padi terhadap Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di Kota Payakumbuh, Propinsi Sumatera Barat tahun 2017 lalu jauh menurun dibanding pada tahun 2016. 

Usut Dugaan Korupsi di Dispora Riau, Kejati Kembali Periksa Saksi
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:45

Usut Dugaan Korupsi di Dispora Riau, Kejati Kembali Periksa Saksi

Penyidik Kejaksaan Tinggi Riau kembali memeriksa saksi terkait dugaan korupsi di Dispora Riau. Rabu (21/2/2018), giliran saksi J, seorang wanita di Dispenda Riau diperiksa.

Kasus Penyerangan Ulama, Jokowi Minta Ketegasan Polisi
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:38

Kasus Penyerangan Ulama, Jokowi Minta Ketegasan Polisi

Presiden Indonesia, Joko Widodo minta ketegasan polisi menghadapi kasus penyerangan ulama dan rumah ibadah.

Sidang Korupsi di Dispenda. Saksi Akui Lakukan SPPD Fiktif
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:27

Sidang Korupsi di Dispenda. Saksi Akui Lakukan SPPD Fiktif

Enam orang staf di Bidang Pajak Dispenda Riau, mengakui pernah melakukan perjalanan dinas fiktif tahun 2015 hingga tahun 2016.

Berkeliaran Dilangit Pekanbaru Pesawat Tempur F-16 Lanud Rsn Turunkan Paksa Pesawat Asing
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:15

Berkeliaran Dilangit Pekanbaru Pesawat Tempur F-16 Lanud Rsn Turunkan Paksa Pesawat Asing

Force Down atau penurunan paksa pesawat asing yang melanggar kedaulatan wilayah udara NKRI oleh pesawat tempur F-16 Skadron Udara 16 di Lanud Roesmin Nurjadin terjadi hari ini Rabu (21/2/2018).

Suhardiman Amby: RAL Bangkrut, Kenapa Asetnya Tidak Disita Bank Muamalat
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:09

Suhardiman Amby: RAL Bangkrut, Kenapa Asetnya Tidak Disita Bank Muamalat

Sekretaris Komisi III DPRD Riau, Suhardiman Amby heran ketika Bank Mualmalat malah menagih pembayaran hutan PT RAL ke Pemprov Riau.

Wah,  Dua Spanduk Kandidat Ini Terpajang Nyata di Jalan Nangka
Rabu, 21 Pebruari 2018 20:01

Wah, Dua Spanduk Kandidat Ini Terpajang Nyata di Jalan Nangka

Spanduk Paslon Gubri kini tampaknya semakin berterbaran,  meski Bawaslu melarang pemasangan atribut kampanye namun nyatanya himbauan itu tidak diindahkan. 

Box Culvert Penyebab Banjir di Perumahan Panam Regency?
Rabu, 21 Pebruari 2018 19:46

Box Culvert Penyebab Banjir di Perumahan Panam Regency?

Plt Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, mengatakan salah satu penyebab terjadinya banjir di Panam tepatnya Perumahan Panam Regency ialah adanya pembangunan box culvert.