• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 9, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

‘Zona Kematian’, Tapi Banyak Orang Menginginkan Puncak Everest

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
20 Desember 2020
Puncak gunung everest

Puncak Gunung Everest. (Net)

173
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Puncak Gunung Everest adalah zona kematian [dead zone]. Tapi ada banyak orang yang menginginkannya.

Di puncak ini oksigen sangat sedikit. Para pendaki harus mempersiapkan tabung oksigen masing-masing, dan ini menjadi salah satu syarat wajib.

Tanpa bantuan oksigen buatan, mendaki ke puncak gunung ini sama saja seperti mengantarkan nyawa.

Pendakian ke puncak Gunung Everest berarti mendaki dengan ketinggian 29.029 kaki atau 8.848 meter di atas permukaan laut. 

Tubuh yang kekurangan oksigen akan berakibat pada kematian sel. Inilah yang menjadi pemicu kematian seseorang di puncak Everest.

Dia area menjelang puncak, sering kali terjadi antrean bahkan hingga lebih dari 100 pendaki. Menurut laporan CNN, hal ini juga bagian pentinga dalam menyumbang kematian di Everest.

Laporan yang sama menyatakan, antrean tersebut menyumbang rekor kematian korban jiwa hingga 11 orang pada tahun ini.

Para pendaki veteran menyebut pelbagai penyebab kemacetan [antrean] berpotensi akan menyebabkan terjadinya korban jiwa.

Terutama pendaki pemula dengan operator komersil yang tidak berpengalaman, termasuk pemerintah Nepal yang kekurangan uang 

“Sehingga membiarkan terlalu banyak orang naik ke Gunung Everest,” ujarnya.

Itu sebab saat ini Nepal tengah memperketat standar pendakian demi keselamatan para pendaki. 

Hanya sedikit orang yang diizinkan naik gunung, pendaki kurang berpengalaman juga langsung ditolak.

Namun begitu, tanggung jawab juga dibebankan pada pendaki sendiri. Mendaki Everest barangkali jadi impian banyak orang, tapi tidak semua mimpi harus terwujud.

Bagaimanapun, setiap pendaki Everest harus dipandu oleh sherpa berpengalaman. Sherpa adalah warga lokal yang menjadi pemandu pendakian di Gunung Everest. (bpc2)

Tags: dead zonegunung everestnepalpuncak
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Bukan Hujan, Ini Penyebab Banjir Bandang Maut di Perbatasan Nepal-China
Internasional

Bukan Hujan, Ini Penyebab Banjir Bandang Maut di Perbatasan Nepal-China

...

Read moreDetails
nepal negara tak pernah dijajah

Keunikan Nepal, Negara Tak Pernah Dijajah

Kokoh di Puncak, Statistik Man City Mengagumkan

puncak gunung talang

Menikmati Hamparan 3 Danau dari Puncak Gunung Talang

Next Post

Temani Bali United ke AFC 2021, Persipura Diminta Lengkapi Persyaratan Hingga Besok

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.