BERTUAHPOS.COM — Tingkat hunian kamar atau okupansi hotel berbintang di Riau tercatat naik signifikan pada April 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan okupansi hotel berbintang menyentuh angka 45,49 persen atau naik 5,24 poin dibandingkan Maret 2026 yang hanya mencapai 40,25 persen.
Hal ini disampaikan oleh Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi, di Pekanbaru, Rabu, 3 Juni 2026. “TPK merupakan salah satu indikator yang mencerminkan tingkat produktivitas usaha jasa akomodasi. Jika TPK tinggi dan mendekati 100 persen, maka sebagian besar kamar hotel sudah terjual,” ujarnya.
Kenaikan okupansi hotel di Riau ini bukan hanya terjadi secara bulanan, tetapi juga secara tahunan. Dibandingkan April 2025 yang berada di angka 43,31 persen, TPK April 2026 tumbuh sebesar 2,18 poin.
Tren positif ini mencerminkan geliat pemulihan sektor pariwisata dan meningkatnya mobilitas masyarakat di Provinsi Riau, khususnya pada segmen hotel berbintang yang menjadi barometer utama industri akomodasi daerah.
Jika dirinci berdasarkan klasifikasi bintang, hotel bintang 4 memimpin dengan TPK tertinggi sebesar 53,97 persen. Di posisi kedua, hotel bintang 3 mencatatkan TPK sebesar 51,01 persen.
Sementara itu, hotel bintang 1 dan bintang 2 masih berada di level lebih rendah, masing-masing 29,35 persen dan 37,30 persen. Kesenjangan ini menunjukkan tamu cenderung memilih hotel dengan fasilitas lebih lengkap saat berkunjung ke Riau.
Selain data hunian, BPS juga mencatat rata-rata lama menginap tamu (RLMT) di hotel berbintang Riau pada April 2026 sebesar 1,28 malam. Angka ini menggambarkan bahwa mayoritas tamu menghabiskan waktu antara satu hingga dua malam.
Bila dilihat berdasarkan asal tamu, wisatawan asing tercatat menginap lebih lama dibanding tamu domestik. Rata-rata lama menginap tamu asing mencapai 2,06 malam, sedangkan tamu domestik berada di angka 1,27 malam.
“Rata-rata lama menginap tamu asing maupun domestik di hotel berbintang Riau pada April 2026 adalah 1,28 malam. Tamu asing cenderung menginap lebih lama, sekitar dua sampai tiga malam, sedangkan tamu domestik sekitar satu sampai dua malam,” jelas Asep.
Hotel bintang 4 juga unggul dalam hal rata-rata lama menginap, baik untuk segmen tamu asing maupun domestik. Ini memperkuat posisi hotel bintang 4 sebagai pilihan utama wisatawan yang datang ke Provinsi Riau.
BPS menilai perkembangan data TPK dan lama menginap ini menjadi sinyal bahwa sektor pariwisata Riau terus bergerak ke arah yang lebih baik. Meski begitu, tingkat hunian kamar dinilai masih punya ruang yang cukup besar untuk ditingkatkan.
“Secara umum, perkembangan TPK dan lama menginap ini menggambarkan aktivitas pariwisata yang terus bergerak positif, meskipun masih terdapat ruang untuk peningkatan okupansi hotel di Provinsi Riau,” kata Asep Riyadi.









