Bertuahpos – Lembaga benchmark populer AnTuTu, resmi merilis daftar ponsel Android dengan performa terbaik untuk September 2025 menggunakan sistem AnTuTu V11.
Versi benchmark terbaru ini mulai diuji publik sejak awal September, dan ribuan pengguna telah mengirimkan hasilnya.
Dalam laporan tersebut, Xiaomi 17 Pro Max menempati posisi teratas dengan skor rata-rata 3.507.568 poin, menjadikannya ponsel Android terkencang saat ini.
Perangkat ini dibekali chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5, RAM 16 GB, dan penyimpanan internal 1 TB.
Peringkat kedua ditempati oleh Xiaomi 17 Pro dengan skor 3.503.549 poin, disusul Xiaomi 17 standar di posisi ketiga dengan skor 3.492.556 poin.
Ketiga perangkat ini sama-sama menggunakan prosesor terbaru Qualcomm dan menunjukkan performa tinggi di hampir semua aspek.
Di bawah dominasi Xiaomi, terdapat iQOO Neo 10 Pro+ dan Vivo X200 Ultra, keduanya juga mengandalkan Snapdragon 8 Elite dengan skor di atas 3,3 juta.
Sementara Red Magic 10S Pro+, OPPO Find X8 Ultra Satellite Edition, dan Honor GT Pro turut masuk dalam daftar 10 besar dengan skor rata-rata di atas 3,1 juta poin.
Satu-satunya perangkat berbasis MediaTek Dimensity 9400+ yang menembus 10 besar adalah Vivo X200S, berada di posisi kesembilan dengan skor 3.063.873 poin.
Di posisi terakhir, Redmi K80 Pro menutup daftar dengan skor 2.948.253 poin.
AnTuTu menegaskan bahwa pemeringkatan ini didasarkan pada rata-rata skor pengguna selama periode 1–30 September 2025, bukan hasil tertinggi.
Data dikumpulkan di Tiongkok, dan hanya perangkat dengan lebih dari 1.000 hasil valid yang dimasukkan ke dalam peringkat.
Menariknya, laporan ini juga menandai debut dua prosesor flagship baru, MediaTek Dimensity 9500 dan Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5, yang diluncurkan pada akhir September.
Seri Xiaomi 17 menjadi yang pertama mengusung chip terbaru Qualcomm tersebut.
Beberapa merek lain seperti Vivo X300, Oppo Find X9, dan X9 Pro disebut akan segera merilis model dengan prosesor Dimensity 9500 pada kuartal berikutnya.
Bagi penggemar teknologi, ini menjadi sinyal awal persaingan panas antara Qualcomm dan MediaTek di segmen flagship Android menjelang akhir 2025.***









