BERTUAHPOS.COM — Microsoft mengungkap temuan malware berbahaya yang secara spesifik menargetkan dompet kripto pengguna Windows dengan mencuri data sensitif dan mengalihkan transaksi aset digital ke alamat yang dikuasai pelaku kejahatan siber.
Malware yang telah menyebar sejak Februari 2026 ini menyebar melalui USB drive yang terinfeksi dan mengancam keamanan aset kripto pengguna bahkan di seluruh dunia.
Dilansir dari laman CoinDesk, Senior Threat Analyst Microsoft Threat Intelligence Sarah Chen mengatakan, pihaknya telah mengidentifikasi pola serangan yang semakin masif dalam beberapa pekan terakhir.
“Kami melihat peningkatan signifikan dalam aktivitas malware ini yang memanfaatkan kelengahan pengguna dalam mengelola perangkat penyimpanan eksternal,” ujarnya.
Microsoft menamai malware tersebut sebagai “crypto clipper“, sementara sistem Microsoft Defender Antivirus mengklasifikasikannya dengan nama Trojan/CryptoBandits.
Malware ini dirancang untuk mencuri private key dan seed phrase dompet kripto, sekaligus memanipulasi alamat tujuan transaksi tanpa sepengetahuan korban.
Proses infeksi bermula ketika pengguna mencolokkan USB drive yang telah terinfeksi dan membuka file shortcut berbahaya berformat “.lnk”. Dalam sistem operasi Windows, file shortcut berfungsi sebagai pintasan untuk membuka program, folder, atau file tertentu.
Saat file tersebut dijalankan, malware jenis worm akan terinstal di komputer korban dan langsung aktif tanpa menimbulkan kecurigaan. Setelah aktif, malware akan menjalankan dua fungsi utama yang saling mendukung dalam misi pencurian data kripto.
Pertama, malware mencuri data yang berkaitan dengan dompet kripto pengguna, termasuk informasi paling krusial seperti seed phrase dan private key. Kedua, malware secara otomatis menunggu perangkat USB lain terhubung ke komputer untuk menyebarkan infeksi lebih lanjut ke perangkat lainnya.
Malware ini secara rutin memantau clipboard Windows, yakni ruang penyimpanan sementara yang digunakan saat pengguna melakukan copy dan paste.
Ketika pengguna menyalin seed phrase atau private key dompet kripto seperti Bitcoin dan Ethereum, malware akan mengambil data tersebut lalu mengirimkannya ke server pelaku melalui jaringan anonim Tor.
Tak hanya itu, malware juga mengambil lima tangkapan layar dengan jeda 10 detik dan mengirimkannya ke server yang sama untuk mengumpulkan informasi tambahan.
Risiko yang lebih besar muncul ketika pengguna hendak mengirim aset kripto dan tanpa sadar menjadi korban pengalihan dana.
Saat alamat dompet penerima disalin ke clipboard, malware diam-diam menggantinya dengan alamat dompet yang dikendalikan oleh pelaku. Akibatnya, dana yang dikirim pengguna bisa masuk ke dompet milik pelaku tanpa disadari hingga transaksi selesai diproses di blockchain.
Malware tersebut juga mampu menyebar secara otomatis ke perangkat USB lain yang terhubung ke komputer yang telah terinfeksi. Program akan memindai berbagai file umum seperti dokumen Word, file Excel, dan PDF untuk memperluas jangkauan serangan.
File-file tersebut kemudian digantikan dengan shortcut berbahaya yang menggunakan nama yang sama sehingga pengguna sulit menyadari adanya infeksi. Siklus penyebaran akan terus berulang ketika perangkat USB tersebut digunakan pada komputer lain di lingkungan yang berbeda.
Untuk mengurangi risiko serangan, Microsoft menyarankan pengguna untuk menonaktifkan fitur AutoRun pada media penyimpanan eksternal melalui pengaturan sistem. Perusahaan juga merekomendasikan pemblokiran eksekusi file shortcut (.lnk) dari USB drive melalui kebijakan sistem yang ketat.
Selain itu, Microsoft merekomendasikan pembatasan penggunaan host skrip seperti wscript.exe dan cscript.exe untuk mencegah eksekusi kode berbahaya.
Perusahaan telah merilis daftar indikator infeksi, termasuk hash file dan domain .onion yang digunakan sebagai pusat kendali malware, agar tim keamanan siber dapat mendeteksi aktivitas mencurigakan.
Pakar keamanan siber mengingatkan pengguna untuk selalu memverifikasi alamat dompet sebelum mengirim transaksi dan menghindari penggunaan USB drive dari sumber tidak dikenal. Pengguna juga disarankan untuk memperbarui sistem antivirus secara berkala guna mendeteksi ancaman terbaru dari malware pencuri dompet kripto ini.









