• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Makrifat Nasehat Burung Surga (5) : Sang Ratu Ditangkap Ki Mesakat

Tim Redaksi by Tim Redaksi
22 Mei 2017
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Dalam kondisi ketersiksaan itu, Sang Ratu dengan arif memberi perintah anak buahnya. Ia menyuruh, jika Ki Mesakat, sang pemikat burung itu datang, semua Bayan berpura-pura mati. Jika itu dilakukan, pasti Ki Mesakat terkecoh, dan membuang semua burung-burung yang sudah dianggap mati itu.

Tapi, kata Ratu Bayan itu, siapa saja yang nanti dibuang duluan hendaknya jangan segera bangkit sebelum semuanya selesai dibuang dan jatuh ke tanah. Pesan ini harap diperhatikan. Begitu kata Sang Ratu kepada seluruh rakyatnya, para burung Bayan.

Baca: Makrifat Burung Surga (4) : Terjerat Membaca Istighfar

Tak lama kemudian, Ki Mesakat pun datang. Ia ingin memeriksa hasil buruannya di pohon Wudi yang telah dilumuri perekat. Ketika mendongak ke atas dan melihat semua burung Bayan telah terjerat pikatnya, Ki Pemikat ini pun memanjat pohon. Dengan suka cita ia membayangkan keuntungan yang bakal diperoleh.

Namun, ketika Ki Mesakat itu sudah mendekat, ia sangat terkejut. Sebab burung-burung yang dipikatnya itu telah mati semua. Untuk memastikan itu, Ki Mesakat mengambil seekor demi seekor dari burung itu lalu diperiksa. Saat ia yakin bahwa burung-burung itu nampak memang sudah mati, maka Ki Mesakat pun melempar burung itu ke bawah.

Burung Bayan yang dibuang pertama kali terus menghitung. Tiap kali terdengar suara sesuatu terjatuh, ia menambah bilangannya. Dalam hitungan itu, sudah sembilan puluh sembilan burung yang telah berjatuhan ke tanah. Tinggal menunggu satu suara lagi, maka semua burung Bayan itu akan serempak terbang tinggi.

Saat itulah Ki Mesakat kelelahan. Ia akan menyelesaikan kerjanya, naik ke pucuk pohon, untuk mengambil burung terakhir, yang ternyata adalah Sang Ratu burung Bayan.

Di tengah rasa lelah itu, tiba-tiba sabit yang ada di pinggang Ki Mesakat terjatuh. Pemikat burung ini pun terpaksa turun.

Saat sudah sampai di bawah, pemikat burung ini bukan alang-kepalang kagetnya. Sebab ia melihat, burung-burung yang disangkanya mati itu beterbangan ke angkasa. Itu terjadi, karena sabit yang jatuh dikiranya burung Bayan yang terakhir.

Melihat kejadian itu, Ki Mesakat sadar, ia telah ditipu mentah-mentah oleh para burung itu. Ia menyesal luar biasa. Ki Pemikat lalu ingat, bahwa di atas, di puncak pohon Wudi masih ada seekor burung. “Tentu ini Ratu para Bayan,” pikirnya. Ia pun bertekad, mati atau hidup burung Bayan satu-satunya itu akan dibawa pulang ke rumah.

Ia pun dengan bersemangat memanjat pohon itu lagi. Sampai di puncak, Sang Ratu Bayan pun ditangkapnya. Setelah membersihkan kaki burung Bayan yang cantik itu dari getah perekatnya, Ki Mesakat segera turun. Dengan riang laki-laki itu membawa hasil pikatannya.

Baca: Makrifat Burung Surga (1) : 99 Burung Bayan Hijrah

Makna kisah ini adalah, siapa yang mengusir sesamanya pasti akan diusir oleh Tuhan Allah sendiri. Seandainya burung Bayan itu tidak segera bertobat, maka mereka pasti akan menemui ajalnya. Seperti halnya manusia yang lupa dari Tuhan Allah karena sangat percaya pada kemampuan, kekuasaan dan kenyamanan, ia akan menemui celaka di belakang hari.

Ketika itu, semua manusia hendaknya jangan menggantungkan diri kepada sesama manusia kecuali hanya menggantungkan  diri kepada Tuhan Allah Yang Maha Tahu.

Dalam sejarah kenabian, peristiwa serupa itu juga terjadi dalam Perang Uhud. Ketika itu, umat Islam menjadi takabur, menggantungkan diri pada kehebatan sahabat, dan karena itu umat Islam kemudian kalah perang.

Seperti zaman sekarang, banyak orang yang menjadi takabur karena mempunyai backing seorang pejabat tinggi. Namun ketika sang pejabat itu lengser oleh gerakan reformasi, Si takabur itu pun dihujat rakyat banyak. Hidupnya pun menjadi sengsara karena dijauhi teman. (jss/bersambung)

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Kuansing

Nenek 75 Tahun Digigit Buaya Saat Cuci Piring di Sungai Kuantan, Luka Korban Dijahit 20 Jahitan

...

Read moreDetails
5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Sandiaga Uno didesak mundir dari gerindra

Sandiaga Uno Borong 9,5 Juta Saham MUTU Senilai Rp999 Juta

Next Post

2000 Runner Sukseskan Event Sunset Rundigity di Kota Batam

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.