Makrifat Burung Surga (11) : Ibadah Itu Dibeli Allah Maha Suci

Jumat, 26 Mei 2017 09:32
Makrifat Burung Surga (11) : Ibadah Itu Dibeli Allah Maha Suci

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Ki Nangim masuk ke dalam rumah. Ia memperhatikan burung Bayan itu dengan seksama. Melihat mata burung itu yang bercahaya, serta kepalanya yang mengangguk-angguk, menyiratkan optimisme, Ki Nangim terbangkitkan hatinya untuk kembali berbisnis beras. Sebelum berangkat ke pasar, Ki Nangim membawa burung Bayan itu ke dalam rumah. Ia memasukkannya ke dalam sangkar yang bagus. Sangkar itu kembar dengan sangkar burung Menco yang sudah dipelihara sebelumnya.

Baca: Makrifat Burung Surga (10) : Si Burung Khotbah Ilmu & Amal

Setelah menempatkan burung Bayan itu dengan baik, Ki Nangim lalu pergi berbelanja beras. Ini merupakan mata dagangan utamanya. Beras itu nantinya akan dijual lagi pada orang-orang dari Mangkuda Halabari. Sebuah negeri jauh, yang selama ini menjadi pelanggan tetapnya.

Ki Nangim sangat yakin dengan ucapan burung Bayan itu, bahwa ia akan dapat untung besar. Namun demikian, dalam hatinya masih diliputi rasa ragu. Timbul pertanyaan, adakah benar ucapan Bayan Budiman, bahwa ia akan mendapatkan keuntungan besar dalam bisnisnya nanti?

Baca: Burung Surga (3) : Dizalimi Mengadu Sang Pencipta

Baca: Makrifat Burung Surga (9) : Burung Bayan Dibeli Juragan

Ternyata, apa yang diucapkan burung Bayan Budiman itu benar. Hanya berselang tujuh hari setelah burung itu dipelihara, datanglah orang Mangkuda dari negeri seberang. Ia mampir ke rumah Ki Nangim, dan membeli beras dagangan laki-laki ini dalam jumlah besar. Dari penjualan itu juragan Nangim memperoleh untung besar.

Selain membeli beras, pembeli dari negeri seberang itu juga memesan gula, garam, dan beberapa mata dagangan yang lain. Hanya dalam tempo cepat, segala dagangannya terjual habis. Ia pun menjadi lebih kaya dari sebelumnya. Itu lantaran mengikuti saran burung Bayan Budiman.

Baca: Makrifat Burung Surga (1) : 99 Burung Bayan Hijrah

Begitulah mestinya orang hidup di dunia ini. Burung Bayan Budiman adalah suatu permisalan dari kitab yang berisi ilmu, yang tak pernah habis diambil siapa saja yang membacanya. Sedangkan juragan Nangim ibarat orang yang mengaji. Ia mencari ilmu, yang untungnya ialah derajat di dunia dan di hari akhir nanti.

Jika dikaji, hidup manusia itu ibarat modal. Dan dagangan yang dijual ibarat ibadah yang dilakukan manusia. Sedang yang membeli dagangan ibadah itu adalah Tuhan Allah Yang Maha Suci. (bersambung/jss)

Berita Terkini

Senin, 03 Agustus 2020 16:44

Microsoft Diminta Akuisisi TikTok, Begitu Usulan Trump

#TIKTOK, #MICROSOFT, #TRUMP

Senin, 03 Agustus 2020 15:55

Amitabh Bachchan Sebuh dari Corona

#BOLLYWOOD #COVID-19

Senin, 03 Agustus 2020 14:35

Soal ‘Piramid Dibangun Alien’, Pemerintah Mesir Bereaksi

#ELONMUSK #PIRAMID #ALIEN

Senin, 03 Agustus 2020 13:22

Rocky Gerung, Din Syamsuddin dkk Deklarasi KAMI, Ruhut Sitompul: Deklarasi Nih Ye…

#DINSYAMSUDDIN #RUHUTSITOMPUL

Senin, 03 Agustus 2020 12:47

MotoGP: Rossi Mantab Gabung ke Petronas

#VALENTINOROSSI #MOTOGP