BERTUAHPOS — Pemprov Riau mengklaim bahwa Universal Health Coverage (UHC) Provinsi Riau mencapai 99,02%, setelah pemerintah setempat menambah kuota sebanyak 234.403.
Angka ini bahkan melebihi target UHC nasional di angka 98%. Dalam dua tahun belakangan, target itu belum bisa dicapai.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Ns Widodo SKep, mengatakan jika dua tahun terakhir ini Provinsi Riau tidak tercapai UHC nya, karena persentasenya masih di bawah 98%.
“Namun, dengan adanya penambahan kuota itu dengan mengalokasikan anggaran cukup besar melalui budget sharing antara provinsi dan kabupaten kota. Dimana 55% dari provinsi dan 45% kabupaten kota,” terangnya.
Pemprov Riau berharap kabupaten kota se-Riau bisa menyediakan anggaran kewajiban budget sharing tersebut. Dengan harapan semua kabupaten kota di Riau bisa menerima UHC.
“Kita juga sudah buat surat edaran ke bupati/wali kota untuk dapat menyediakan anggaran terkait penambahan kuota di APBD masing-masing. Sehingga anggaran yang kita siapkan tidak mubazir,” ujarnya.
“Jadi tidak ada alasan tidak ada anggaran, karena di sini ada kewajiban budget sharing. Sebab dengan semua daerah bisa UHC, maka akses layanan kesehatan masyarakat Riau mudah dicapai dengan menggunakan KTP sudah bisa berobat,” tambahnya.
Dengan capaian tersebut, lanjut Widodo, saat ini UHC Provinsi Riau secara nasional berada diperingkat 26 dari sebelumnya di posisi 33 se-Indonesia.
Bukti nyata atas komitmen Pemprov Riau membayarkan iuran jaminan kesehatan, guna memastikan seluruh masyarakat Riau bisa mendapat layanan kesehatan tanpa memikirkan finansial tersebut bakal diganjar penghargaan dari Presiden Prabowo Subianto. ***









