• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 3, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Sanggupkan Pemko Pekanbaru Tangani Persoalan Banjir? Ini Pengakuan Wali Kota Agung Nugroho

Banjir kembali melanda Pekanbaru. Wali Kota Agung Nugroho mengakui persoalan ini kompleks dan menjadi prioritas Pemko Pekanbaru pada 2026.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
10 Januari 2026
Sanggupkan Pemko Pekanbaru Tangani Persoalan Banjir? Ini Pengakuan Wali Kota Agung Nugroho

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho | Foto: Dok Pekanbaru.go.id

221
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Hujan deras, walau hanya sebentar, tapi itu cukup bikin beberapa titik lokasi di Kota Pekanbaru tergenang banjir. Dampak paling nyata, jalan lebih cepat rusak, dan macet akan terlihat di mana-mana. Bagaimana? Sanggupkan Pemko Pekanbaru menangani persoalan ini di masa pemerintahan Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho? Pola apa yang akan dipakai?

Beberapa waktu lalu, dia mengakui bahwa mengatasi persoalan banjir di Kota Bertuah, bukan pekerjaan mudah. Banjir telah menjadi masalah yang diwariskan dari Wali Kota ke Wali Kota. “Ujian Agung yang sebenarnya ada di masalah ini,” kata seorang akademisi sekaligus praktisi konstruksi di Kota Pekanbaru.

Gambaran secara sederhana terhadap masalah ini dapat dilihat secara kasat mata dari apa yang terjadi di lapangan. Banjir di Kota Pekanbaru bukan hanya soal drainase dan pendangkalan sungai sehingga perlu normalisasi yang lebih optimal, tapi soal daerah resapan air yang terus menghilang.

Di kawasan pusat kota, misalnya, hampir tidak ada kawasan yang menyediakan fasilitas resapan air, selain mengandalkan Taman Kota dan Hutan Kota di Jalan Diponegoro. Padahal, hampir di setiap titik di kota ini dibutuhkan daerah resapan air.

Pemko Pekanbaru bisa saja bekerja sama dengan Pemprov Riau untuk mengambil alih kawasan-kawan yang dirasa perlu dibangun daerah resapan air baru. Misalnya, bangunan terbengkalai di pertigaan Jalan Tuanku Tambusai – Sudirman, ganti rugi lahannya, lalu diubah jadi daerah resapan air. Pola seperti ini bisa dilakukan di banyak titik yang memang diperlukan.

Sementara itu, Agung Nugroho mengakui bahwa pemerintahannya kini masih berupaya untuk menemukan solusi tepat dalam mengatasi masalah banjir, dan menjadi pekerjaan prioritas di tahun 2026 dengan menggandeng banyak pihak.

“Ini bukan pekerjaan yang mudah,” kata Agung saat berdiskusi dengan Universitas Riau (Unri) terkait rencana pemanfaatan 10 danau di kawasan Unri sebagai embung untuk resapan air.

Namun, banjir bukan sebatas hitung-hitungan di atas meja, hadirnya kawasan pemukiman baru seharusnya juga dibebankan agar bertanggung jawab terhadap ketersediaan fasilitas penunjang resapan air.

“Kita perlu lobi sana-sini. Kita perlu berkolaborasi dengan banyak pihak, tidak hanya antar pemerintah dan akademisi, tapi juga harus melibatkan masyarakat secara langsung,” kata Agung.

Kendati demikian, dia menegaskan bahwa Pemko Pekanbaru juga akan mendesak kepada pihak swasta untuk mengambil perannya. Salah satu titik banjir yang kerap bikin resah, yakni Jalan Jenderal Sudirman, persis di depan Rumah Sakit Awal Bros, Pekanbaru. Maka, rumah sakit itu juga harus ikut bertanggung jawab dalam upaya penanganannya.

“Kita minta untuk dibuat sumur resapan yang cukup besar, sehingga air yang mengalir dari belakang Awal Bross menuju ke Jalan Sudirman, bisa lebih dulu mengendap di sumur resapan,” katanya. Pola seperti ini yang rencananya akan diterapkan Pemko Pekanbaru ke depannya.***

Tags: Banjirkota pekanbarulingkungan
Share5Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang
Berita Pilihan

Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

...

Read moreDetails
Bukan Hujan, Ini Penyebab Banjir Bandang Maut di Perbatasan Nepal-China

Bukan Hujan, Ini Penyebab Banjir Bandang Maut di Perbatasan Nepal-China

Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

Warga Dihimbau Tidak Terbangkan Drone Saat Heli Kopter Waterbombing Beroperasi

Warga Dihimbau Tidak Terbangkan Drone Saat Heli Kopter Waterbombing Beroperasi

Polusi Akibat Karhutla Riau, Status Udara di Pekanbaru Berbahaya

Polusi Akibat Karhutla Riau, Status Udara di Pekanbaru Berbahaya

Next Post
Guncangan Harga Minyak Dunia dan Meningkatnya Kecemasan Pasar Akibat Konflik Sipil di Iran

Guncangan Harga Minyak Dunia dan Meningkatnya Kecemasan Pasar Akibat Konflik Sipil di Iran

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.