BERTUAHPOS — Sebanyak 12 posko pemantau selama Natal dan Tahun Baru 2026 didirikan di jalur lintas provinsi di Provinsi Riau. Posko pantau Nataru itu didirikan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau.
“Adapun 12 posko tersebut ditempatkan di sejumlah ruas jalan nasional yang menghubungkan antara Provinsi Riau dengan provinsi tetangga,” kata Kepala BPJN Riau, Yohanis Tulak, di Pekanbaru.
Posko pantau Nataru difungsikan untuk memantau arus lalu lintas secara real time, sehingga kondisi jalan lintas tetap layak dilalui.
Posko ini juga akan memudahkan petugas untuk mempercepat gerak dalam merespon berbagai bentuk insiden terutama yang berkaitan dengan peristiwa bencana alam.
“Adapun setiap posko tersebut, juga disiagakan sejumlah alat berat,” tambahnya.
Dia menyebut, masyarakat yang sedang melakukan perjalanan antar provinsi juga dapat menggunakan posko tersebut sebagai rest area sementara.
Di sana, para pengendara akan mendapatkan detail informasi tentang jalur yang akan mereka lintasi.
Adapun 12 lokasi posko pantau BPJN Riau tersebar di Simpang Balam–Simpang Batang, Simpang Batang–Simpang Kullim, Duri–Kandis, Rantau Berangin–batas Sumatera Barat.
Selain itu, posko juga berdiri di Simpang Ujung Tanjung–Bagan Siapi-api, Simpang Kayu Ara–batas Kabupaten Pelalawan dan Simpang Lago–Siak Sri Indrapura.
Lalu, di Simpang Lago–Sorek, Pematang Reba–Siberida, Tempuling–Tembilahan, ruas batas Teluk Kuantan–Muara Lembu, serta Teluk Kuantan–batas Sumatera Barat.
Menurut data BPJN, total panjang jalan nasional di Provinsi Riau saat ini mencapai 1.258,90 kilometer.
Dari jumlah tersebut, jalan dalam kondisi baik sepanjang 545,51 kilometer atau 43,37 persen, kondisi sedang 623,55 kilometer atau 49,57%, rusak ringan 86,06 kilometer atau 6,84% dan rusak berat 3,80 kilometer atau 0,22%.
Selain jalan, BPJN Riau juga menangani 364 unit jembatan. Dari jumlah tersebut, 11 jembatan rusak ringan, 320 jembatan rusak sedang, dan 33 jembatan mengalami rusak berat.
BPJN Riau juga telah memetakan sejumlah titik rawan bencana. Lokasi rawan banjir teridentifikasi di ruas Jalan Siak Sri Indrapura–Mengkapan Buton Km 147 serta ruas Simpang Lago–Sorek I Km 73.
Sementara titik rawan longsor berada di ruas Jalan Rantau Berangin–batas Sumatera Barat, Jalan Duri–Kandis–Simpang Palas Siak II Pekanbaru, serta Jalan Teluk Kuantan–batas Sumatera Barat.***









