BERTUAHPOS.COM — Plt Gubernur Riau SF Hariyanto memperingatkan jangan ada praktik perpeloncoan dalam masa pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru. Kegiatan orientasi wajib bersifat edukatif dan bebas kekerasan.
SF Hariyanto menekankan bahwa MPLS adalah kegiatan wajib yang harus dijalankan dengan pendekatan kreatif dan menyenangkan. Larangan tegas ini menyasar penugasan atribut aneh yang tidak relevan dengan proses pembelajaran.
“Kegiatan harus edukatif, jangan sampai ada yang menggunakan atribut berlebihan seperti perpeloncoan,” ujarnya kepada awak media di Pekanbaru, Selasa, 7 Juli 2026.
Plt Gubri meminta kepada seluruh kepala sekolah, majelis guru, hingga pengurus OSIS untuk terlibat aktif sebagai teladan yang baik. Dia juga membuka ruang pengawasan publik dengan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan praktik menyimpang.
Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen penuh menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif. Siswa baru harus merasakan pengalaman pertama yang membangun semangat belajar, bukan trauma psikologis.
“Saya tegaskan sekali lagi, tidak boleh ada kegiatan MPLS yang berjalan tidak sesuai dengan alurnya,” tegasnya.
Hariyanto menyebut anak-anak Riau adalah aset masa depan daerah yang harus dilindungi. Sistem orientasi yang salah dapat merusak mental generasi penerus sejak hari pertama mereka memasuki gerbang sekolah.
“Anak-anak kita ini adalah aset masa depan Riau, jangan sampai mereka justru mengalami trauma di hari pertama masuk sekolah,” ujarnya.









