• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pemerintah Naikkan Anggaran Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Sumatera hingga Rp74 Triliun

Anggaran pemulihan infrastruktur pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatera Barat naik hingga Rp 74 triliun, fokus sabo dam dan mitigasi.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
17 Januari 2026
Pemerintah Naikkan Anggaran Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Sumatera hingga Rp74 Triliun

Pemerintah Naikkan Anggaran Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Sumatera hingga Rp74 Triliun | Foto: Ilustrasi / Aambreen.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Pemerintah menaikkan anggaran pemulihan infrastruktur pascabencana di tiga provinsi terdampak di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kebutuhan dana yang semula dipatok Rp51,8 triliun kini naik menjadi Rp70 triliun hingga Rp74 triliun.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengungkapkan kenaikan tersebut merupakan hasil pemutakhiran rencana pemulihan berbasis risiko bencana lanjutan. “Sebetulnya rencana proposalnya itu Rp 70 triliun sampai Rp 74 triliun,” ujar Dody dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, pada 16 Januari 2026.

Dody menjelaskan, tambahan anggaran itu tidak serta-merta diajukan. Kementerian PU terlebih dahulu menyusun rencana induk (master plan) pemulihan infrastruktur yang kini telah rampung.

Dokumen tersebut akan diserahkan kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy untuk direviu sebelum dibahas di tingkat Dewan Pengarah. “Kita bikin rencana induk, disubmit ke Bappenas untuk direviu, lalu dibahas dan disetujui Dewan Pengarah. Setelah itu baru diajukan ke Menteri Keuangan,” jelasnya.

Dewan Pengarah yang terlibat antara lain BPK, Kemenko PMK, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya. Setelah mendapat persetujuan, barulah anggaran tambahan diajukan kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Kenaikan kebutuhan dana, menurut Dody, terutama dipicu oleh tambahan rencana pembangunan sabo dam atau check dam di sejumlah wilayah rawan bencana. Infrastruktur ini dirancang untuk menahan sedimen, material kayu, dan lumpur agar tidak terbawa arus ke wilayah hilir yang berpotensi memicu bencana lanjutan.

“Jalan longsor di Gayo Lues itu jadi alarm bagi saya. Kita perlu membangun sabo dam sebelum sedimen dan kayu terbawa sampai ke wilayah hilir seperti Tamiang,” kata Dody.

Rencana pembangunan sabo dam tersebar di beberapa provinsi di Sumatera dengan jumlah yang cukup besar. Di Sumatra Barat, pemerintah merencanakan 18 hingga 20 titik sabo dam. Sementara di Aceh, jumlahnya mencapai sekitar 30 titik, dan di Sumatra Utara sekitar 20 titik.

Pembangunan infrastruktur pengendali sedimen ini diharapkan tidak hanya mempercepat pemulihan pascabencana, tetapi juga memperkuat mitigasi bencana jangka panjang, khususnya di wilayah pegunungan dan daerah aliran sungai (DAS) rawan longsor dan banjir bandang.

Pemerintah menegaskan, pemulihan infrastruktur pascabencana tidak hanya berorientasi pada perbaikan kerusakan, tetapi juga pada pencegahan dampak lanjutan yang bisa menimbulkan kerugian lebih besar di masa depan.

Dengan rencana anggaran yang meningkat, pemerintah berharap proses pemulihan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatera Barat dapat berjalan lebih komprehensif, aman, dan berkelanjutan.***



 

Tags: Bencana alaminfrastruktur
Share4Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Ekonomi

Naik Rp214,7 Miliar, APBD Perubahan Pekanbaru 2026 Jadi Rp3,2 Triliun

...

Read moreDetails
Bukan Hujan, Ini Penyebab Banjir Bandang Maut di Perbatasan Nepal-China

Bukan Hujan, Ini Penyebab Banjir Bandang Maut di Perbatasan Nepal-China

Plt Gubri Sebut Sumbang Rp1 Miliar untuk Bencana Gempa NTT Bukan soal Nominal Angkanya

Plt Gubri Sebut Sumbang Rp1 Miliar untuk Bencana Gempa NTT Bukan soal Nominal Angkanya

Tinjau Perbaikan Jalan Rigid Lipat Kain - Lubuk Agung, Pemprov Riau Dibantu Rp30 Miliar 

Tinjau Perbaikan Jalan Rigid Lipat Kain – Lubuk Agung, Pemprov Riau Dibantu Rp30 Miliar 

Kata Mensesneg soal Bantuan Asing untuk Gempa NTT: Belum Dibuka

Kata Mensesneg soal Bantuan Asing untuk Gempa NTT: Belum Dibuka

Proyek Jalan Tol Lingkar Pekanbaru Berkomitmen Perbaiki Jalan Rusak dan Dampak ke Rumah Warga

Plt Gubri: Pembangunan Infrastruktur Daerah Riau Butuh Sinergi Swasta

Next Post
Transformasi Honda Karisma 2026 dari Bebek ke Matic dan Siap Guncang Pasar Skutik Indonesia

Transformasi Honda Karisma 2026 dari Bebek ke Matic dan Siap Guncang Pasar Skutik Indonesia

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.