BERTUAHPOS – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau menginstruksikan seluruh satuan pendidikan setingkat SMA/SMK dan SLB negeri agar tidak menyelenggarakan perpisahan sekolah di hotel yang memberatkan wali murid.
Kebijakan ini merespons banyaknya keluhan masyarakat terkait tingginya biaya iuran acara seremonial yang kerap memicu beban ekonomi tambahan di tengah situasi yang menantang.
Kepala Dinas Pendidikan Riau, Erisman Yahya, mengatakan efisiensi anggaran harus menjadi prioritas utama pihak sekolah dan komite. Ia menilai momentum pelepasan siswa seharusnya menonjolkan nilai emosional serta penguatan karakter, bukan justru memamerkan kemewahan melalui fasilitas penginapan atau aula komersial yang mahal.
“Jangan sampai kegiatan tambahan seperti perpisahan justru menjadi beban bagi orang tua siswa,” kata Erisman di Pekanbaru, Rabu, 15 April 2026.
Erisman mengapresiasi langkah SMA Plus yang sukses menggelar prosesi kelulusan secara sederhana namun tetap sakral di halaman sekolah. Keberhasilan tersebut membuktikan bahwa kualitas acara tidak bergantung pada lokasi mewah, melainkan pada esensi pertemuan antara guru, siswa, dan orang tua.
Pelaksanaan di lingkungan sekolah juga dianggap lebih efektif dalam memupuk kedekatan emosional sebelum para siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Pihak dinas mendeteksi bahwa agenda di hotel seringkali memicu biaya membengkak akibat sewa tempat, dekorasi berlebihan, hingga konsumsi premium. Oleh karena itu, Disdik Riau meminta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan komite sekolah berkoordinasi intensif guna memastikan tidak ada paksaan iuran yang melambung tinggi demi gaya hidup hedonistik.
Upaya ini diharapkan mampu mengalihkan fokus sekolah pada pencapaian akademik dan pembentukan karakter siswa yang membumi. Disdik Riau memastikan akan terus memantau pelaksanaan kebijakan ini agar tidak ada sekolah yang melanggar ketentuan dengan dalih kesepakatan bersama yang semu.[]








