• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, Oktober 4, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Kasus PMK di Riau 758 Ekor, Berikut Penjelasannya

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
16 Mei 2026
Kasus PMK di Riau 758 Ekor, Berikut Penjelasannya

Penyakit kuku dan mulut pada sapi.

149
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Kasus Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) pada hewan ternak di Riau — sepanjang 1 Januari hingga 12 Mei 2026 — mencapai 758 ekor ternak. Sebanyak 532 ekor sudah dinyatakan sembuh, sementara 226 ekor lainnya masih dalam proses penanganan dan pemantauan intensif oleh petugas lapangan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir mengatakan angka ini berdasarkan Rekapitulasi Laporan Sindrom PMK Provinsi Riau yang dirilis Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Dia menyebut pemerintah daerah terus bergerak melakukan pengawasan, pengobatan, dan edukasi kepada peternak untuk menekan penyebaran PMK.

“Alhamdulillah, sebagian besar ternak yang terpapar sudah berhasil sembuh. Saat ini petugas terus melakukan penanganan terhadap ternak yang masih sakit agar kondisi segera pulih,” kata Mimi di Pekanbaru.

Kabupaten Indragiri Hulu masih menjadi daerah dengan kasus terbanyak, yakni 368 ekor ternak yang tersebar di empat kecamatan dan 12 desa. Dari jumlah itu, 196 ekor sudah dinyatakan sembuh sementara sisanya masih dalam penanganan petugas bersama pemerintah daerah setempat.

Kasus PMK di Riau juga masih ditemukan di Kabupaten Rokan Hulu meski perkembangannya terbilang positif, dengan 153 dari 155 kasus yang ditemukan sudah sembuh dan hanya menyisakan dua kasus aktif. Mimi menilai capaian itu sebagai bukti efektivitas penanganan dan meningkatnya kesadaran peternak untuk lebih aktif melapor.

“Ini menunjukkan penanganan yang dilakukan berjalan efektif dan peternak juga semakin aktif melaporkan kondisi ternaknya,” jelas Mimi.

Di Kabupaten Kampar, petugas kesehatan hewan bersama pemerintah daerah masih melakukan pemantauan intensif terhadap sejumlah kasus aktif yang belum tuntas. Pengawasan dan pendampingan kepada peternak di Kampar terus ditingkatkan agar penularan bisa segera dikendalikan.

“Kampar masih memiliki sejumlah kasus aktif, sehingga pengawasan dan pendampingan kepada peternak terus ditingkatkan,” katanya.

Kabar positif datang dari Kabupaten Siak di mana seluruh 118 ekor ternak yang sebelumnya terpapar PMK kini telah dinyatakan sembuh sepenuhnya. Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir dan Kota Dumai yang kini sudah tidak memiliki kasus aktif sama sekali.

“Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa penanganan yang dilakukan bersama pemerintah kabupaten/kota, petugas lapangan, dan peternak memberikan hasil positif,” ungkap Mimi.

Kabupaten Kepulauan Meranti masih mencatat 11 kasus aktif yang terus ditangani tim kesehatan hewan di lapangan. Pemantauan di wilayah kepulauan itu tetap diintensifkan mengingat tantangan akses yang lebih terbatas dibanding kabupaten lain di daratan Riau.

Pemprov Riau mengimbau seluruh peternak untuk menjaga kebersihan kandang, membatasi lalu lintas ternak, dan segera melapor jika menemukan gejala PMK pada hewan mereka. Mimi memastikan penanganan kasus PMK di Riau akan terus diperkuat demi menjaga kesehatan ternak dan mendukung stabilitas sektor peternakan di seluruh wilayah Provinsi Riau.

“Kami juga memastikan pengawasan dan langkah penanganan akan terus diperkuat guna menjaga kesehatan ternak serta mendukung stabilitas sektor peternakan di Riau,” katanya.[]

Tags: hewan ternakpemerintahanPenyakit PMKriau
Share4Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

APBD Perubahan 2026 Tunggu Evaluasi Kemendagri
Regional

APBD Perubahan 2026 Tunggu Evaluasi Kemendagri

...

Read moreDetails
Plt Gubernur Riau Minta ASN Bekerja Ekstra Tahun Ini “Jangan Ada yang Santai"

Riau Perluas Basis Penerimaan demi Optimalkan Pendapatan Daerah

Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat, AQI 179 Pagi Ini

Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat, AQI 179 Pagi Ini

Alquran Berornamen Tionghoa Simbol Pengikat Silaturrahmi PSMTI dan LAM Riau

Alquran Berornamen Tionghoa Simbol Pengikat Silaturrahmi PSMTI dan LAM Riau

Data Luasan Lahan Terbakar di Pekanbaru 2026

Data Luasan Lahan Terbakar di Pekanbaru 2026

Kronologi Kematian Gajah Sumatra Diego di PLG Minas

Kronologi Kematian Gajah Sumatra Diego di PLG Minas

Next Post
KAJIAN ISLAM: Allah Menjamin Rezeki bagi Seluruh Makhluk-Nya, Manusia Tak Perlu Risau

KAJIAN ISLAM: Allah Menjamin Rezeki bagi Seluruh Makhluk-Nya, Manusia Tak Perlu Risau

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.