BERTUAHPOS — Gubernur Riau Abdul Wahid meminta kepada masyarakat Riau agar mendoakan dirinya dan Wakil Gubernur Riau SF Hariyanto, agar terus konsisten mendahulukan kepentingan rakyat dalam memimpin Riau.
Dia menegaskan bahwa sejak awal dirinya tidak memiliki kepentingan pribadi selama menjabat. Ia menekankan rakyat adalah satu-satunya pihak yang menjadi penggerak kebijakan pemerintahannya.
“Doakan agar kami konsisten. Saya tidak punya kepentingan pribadi, yang bisa menyetir saya hanyalah rakyat. Apa yang dibutuhkan rakyat, itu yang akan kami penuhi,” ujar Wahid di Pekanbaru, 24 Maret 2025.
Ia juga menegaskan bahwa keputusannya mencalonkan diri sebagai gubernur bukan karena ambisi kekuasaan, melainkan niat tulus untuk mengabdi kepada daerah.
“Saya maju bukan karena nafsu ingin menjabat, tapi karena ingin berbakti. Maka saya menyanggupi untuk menjadi Gubernur Riau,” ungkapnya.
Wahid juga memaparkan kondisi fiskal Provinsi Riau yang saat ini tengah mengalami tekanan berat. Ia mengakui bahwa keterbatasan anggaran membuat sejumlah program pembangunan belum dapat berjalan optimal.
“Saya mohon maaf, tahun ini belum bisa berbuat maksimal karena APBD kita mengalami tekanan yang luar biasa. Kondisi ini berdampak langsung terhadap pembiayaan pembangunan,” jelasnya.
Meski demikian, Wahid optimistis krisis anggaran ini dapat diatasi pada tahun 2026. Ia berharap dukungan dan doa dari masyarakat agar pemerintah dapat terus melaksanakan program pembangunan secara adil, transparan, dan amanah.
“Mudah-mudahan tahun 2026 kita bisa mengatasi krisis ini dan menjalankan program pembangunan dengan lebih baik. Saya mohon doa dari bapak dan ibu sekalian,” katanya.***(Adv)









