BERTUAHPOS — Gubernur Riau Abdul Wahid mengatakan dirinya terbuka atas berbagai kritikan yang membangun. Oleh sebab itu, sebagai gubernur dia membutuhkan kritikan itu dari berbagai elemen masyarakat terutama dari para akademisi untuk perbaikan tata kelola pemerintah ke depannya.
Hal ini disampaikan Abdul Wahid saat pertemuan dengan para alumni Universitas Islam Riau (UIR) di Gedung daerah Provinsi Riau di Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Minggu, 15 Juni 2025. “Saya sebagai Gubernur Riau mohon kritikan yang solutif terhadap segala persoalan-persoalan yang ada di Provinsi Riau,” katanya.
Wahid menyadari bahwa dirinya tidak mungkin dapat bekerja sendiri untuk membangun Riau dalam lima tahun ke depan. Dia mengaku akan terbuka terhadap masukan, selama disampaikan secara solutif dan bertujuan memperbaiki kondisi Provinsi Riau. “Saya tidak bisa berjalan sendiri,” ujarnya.
Menurutnya, kritik dan masukan dari berbagai pihak adalah bagian dari kolaborasi dalam pembangunan daerah. Lagi pula, tantangan yang dihadapi Riau saat ini begitu besar, dan sulit dapat diselesaikan hanya mengandalkan pemerintah daerah.
Oleh sebab itu diperlukan peran aktif dari seluruh komponen masyarakat. “Saya butuh Bapak Ibu dan para akademisi, alumni semuanya untuk bergandeng tangan membangun Provinsi Riau,” tambah Wahid.
Sejak dilantik sebagai Gubernur Riau pada Februari 2025, Abdul Wahid beberapa kali mengeluarkan pernyataan yang mencuri perhatian banyak pihak. Di antaranya soal defisit APBD Riau yang mencapai triliunan rupiah akibat tunda bayar.
Selain itu dia juga pernah mengeluarkan pernyataan ingin menjual Stadion Utama Riau untuk mengurangi beban anggaran pemerintah daerah. Pernyataan tersebut menuai berbagai respon dan kritikan dari berbagai kalangan.***









