BERTUAHPOS.COM — Rabies termasuk penyakit mematikan yang telah merenggut sekitar 50 nyawa setiap tahunnya, sebagian besar menimpa anak-anak, meskipun sepenuhnya dapat dicegah melalui vaksinasi, kata Kepala Balai Veteriner Bukittinggi, drh Tangguh Pitona, saat berada di Pekanbaru, Kamis, 2 Juli 2026.
“Kematian akibat rabies semestinya tidak perlu terjadi karena itu dapat dicegah. Oleh sebab itu, vaksinasi menjadi langkah krusial melindungi masyarakat dari ancaman zoonosis ini,” ujarnya.
Dia menegaskan, bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) turut mendorong penguatan komitmen global dalam pengendalian rabies yang memerlukan kolaborasi lintas sektor. Tangguh menyatakan bahwa rabies tak akan bisa dieliminasi jika masing-masing pihak bekerja sendiri-sendiri.
Pemerintah Provinsi Riau dinilai telah menunjukkan komitmen kuat melalui pelaksanaan vaksinasi serentak di 12 kabupaten dan kota. Program ini menjadi momentum penting untuk melindungi masyarakat dari ancaman rabies yang mematikan.
Untuk menciptakan kekebalan komunal, cakupan vaksinasi harus mencapai minimal 70 persen dari total populasi hewan penular rabies. Tanpa capaian itu, rantai penularan penyakit ini sulit diputus. “Kita memiliki tugas yang berbeda tapi tujuannya sama, pengendalian harus dilakukan secara menyeluruh,” ujar Tangguh.
Pemprov Riau pun didorong untuk terus memperluas cakupan vaksinasi hingga menjangkau seluruh wilayah rawan rabies. Sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengendalian penyakit ini. “Ini adalah penyakit yang mematikan di dunia, tapi ini penyakit yang dapat dicegah,” ujarnya.









