BERTUAHPOS.COM, KUANTAN SINGINGI – Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., menggelar Coffee Morning bersama insan pers di Kantin Presisi Polres Kuansing, Rabu (23/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang komunikasi antara kepolisian dan wartawan untuk memperkuat sinergi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, sekaligus membahas sejumlah persoalan yang tengah menjadi perhatian di Kabupaten Kuantan Singingi.
Kegiatan itu dihadiri Wakapolres Kuansing Kompol Nardy Masry, S.H., para pejabat utama Polres Kuansing, Ketua PWI Kabupaten Kuansing Desriandi Candra, serta sejumlah wartawan dari berbagai media.
Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana mengapresiasi kehadiran para awak media dalam kegiatan tersebut. Menurut dia, komunikasi yang terbuka antara kepolisian dan pers penting untuk membangun pemahaman yang sama dalam menyampaikan informasi kepada publik.
“Terima kasih kepada rekan-rekan media yang telah hadir dalam kegiatan Coffee Morning ini. Momentum ini penting bagi kita untuk menjalin komunikasi yang lebih erat serta membangun sinergi yang positif antara Polres Kuansing dengan rekan-rekan media,” ujar Hidayat.
Dalam pertemuan tersebut, Hidayat juga memperkenalkan dua pejabat baru di jajaran Polres Kuansing, yakni Kasat Lantas AKP Bahrul, S.H., M.H., dan Kasat Samapta AKP Andi Aceh, S.H., M.H.
Kehadiran pejabat baru tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat pelayanan kepolisian kepada masyarakat, terutama dalam menjaga keamanan, ketertiban dan kelancaran aktivitas masyarakat di wilayah hukum Polres Kuansing.
Bahas Karhutla dan Kabut Asap
Salah satu isu yang turut menjadi pembahasan dalam Coffee Morning tersebut adalah persoalan kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla.
Kapolres mengatakan, kondisi kemarau panjang meningkatkan potensi terjadinya kebakaran lahan. Selain merusak lingkungan, Karhutla juga dapat menimbulkan kabut asap yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat dan aktivitas sehari-hari.
“Karhutla dapat menimbulkan kabut asap yang mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas warga dan lingkungan,” kata Hidayat.
Ia menyampaikan, Polres Kuansing telah mengamankan dua orang yang diduga terkait dengan kasus pembakaran hutan dan lahan.
Menurut Hidayat, proses hukum terhadap kedua orang tersebut masih berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Penanganan Karhutla, kata dia, tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum. Kepolisian juga mendorong langkah pencegahan dengan melibatkan pemerintah dan masyarakat.
Dorong Penanaman 1.000 Pohon
Dalam kesempatan itu, Kapolres juga menyampaikan adanya Program CERAH yang dijalankan Polda Riau sebagai bagian dari kepedulian terhadap lingkungan.
Program tersebut, kata dia, menjadi salah satu bentuk dorongan agar kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat, tetapi juga melibatkan masyarakat.
Polres Kuansing selanjutnya akan mendorong kegiatan penanaman sebanyak 1.000 pohon di sejumlah lokasi, terutama kawasan yang terdampak Karhutla dan wilayah pinggir sungai.
“Kami akan mendorong kegiatan penanaman 1.000 pohon dengan melibatkan pemerintah desa dan masyarakat setempat. Ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga dan memulihkan lingkungan,” ujar Hidayat.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada seremoni penanaman saja. Perawatan dan pemeliharaan tanaman juga perlu dilakukan secara bersama-sama agar memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Media Diminta Bersama Tangkal Hoaks
Selain persoalan lingkungan, Kapolres Kuansing juga menekankan pentingnya peran media dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
Menurut dia, perkembangan media sosial membuat informasi dapat menyebar dengan sangat cepat. Kondisi tersebut perlu diimbangi dengan kehati-hatian agar informasi yang belum terverifikasi tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Kami berharap rekan-rekan media dapat terus bekerja sama dengan Polres Kuansing dalam menyampaikan informasi yang positif kepada masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi. Mari kita bersama-sama mengantisipasi penyebaran berita hoaks, terutama melalui media sosial,” kata Hidayat.
Ia menilai hubungan antara kepolisian dan insan pers bukan sekadar hubungan dalam penyampaian berita, tetapi juga bagian dari upaya bersama menjaga ruang informasi publik tetap sehat.
Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Kuansing Desriandi Candra bersama para wartawan yang hadir mengikuti diskusi dan ramah tamah bersama jajaran Polres Kuansing.
Pertemuan berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Melalui kegiatan tersebut, komunikasi antara Polres Kuansing dan insan pers diharapkan semakin terbuka sehingga berbagai informasi terkait keamanan, ketertiban, penegakan hukum maupun persoalan sosial di daerah dapat disampaikan kepada masyarakat secara tepat dan berimbang.***









