BERTUAHPOS.COM — Kepala Basarnas Pekanbaru Budi Cahyadi, mengonfirmasi bahwa korban ABK kapal pompong yang sebelumnya dilaporkan hilang di Perairan Selat Rupat, Kota Dumai, akhirnya berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada Kamis, 21 Mei 2026.
Korban yang diidentifikasi bernama Agustinus Laia (30), warga Tuhemberua, Kecamatan Lolomatua, Kabupaten Nias Selatan, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa (meninggal dunia).
“ABK yang sebelumnya sempat dilaporkan hilang karena terjatuh dari kapal pada Selasa 19 Mei lalu sudah ditemukan. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” kata Budi kepada awak media.
Korban ditemukan pada pukul 11.52 WIB sekitar 6 mil ke arah timur laut dari lokasi awal kejadian yang dilaporkan. Jarak penemuan yang cukup jauh dari titik perkiraan awal menandakan luasnya area penyisiran yang harus ditempuh Tim SAR Gabungan selama tiga hari operasi berlangsung.
Setelah korban berhasil ditemukan, Tim SAR Gabungan langsung melakukan evakuasi dan membawa jenazah Agustinus menuju RSUD Dumai untuk proses penanganan lebih lanjut. Proses evakuasi berjalan lancar dan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi kemudian kembali ke kesatuan masing-masing setelah operasi SAR resmi ditutup.
Operasi SAR pencarian ABK kapal pompong di Selat Rupat ini secara resmi ditutup pada pukul 12.45 WIB setelah korban berhasil dievakuasi. Penutupan operasi dilakukan sesuai prosedur standar Basarnas dengan kode TW 0521 1245 G yang menandai berakhirnya seluruh rangkaian pencarian.
Budi mengapresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja keras selama tiga hari berturut-turut dalam kondisi perairan yang menantang. Ia juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di perairan, terutama bagi para pelaut dan anak buah kapal yang beroperasi di jalur Selat Rupat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian serta mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di perairan,” ujarnya.
Peristiwa itu bermula pada Selasa, 19 Mei 2026 pukul 11.10 WIB ketika Basarnas Pekanbaru menerima laporan dari Serma Khadirin, anggota Lanal Dumai, bahwa seorang ABK pompong diduga terjatuh ke laut saat kapal bergerak dari Pelabuhan Wilmar Pelintung menuju Pelabuhan Pelindo Dumai. Hilangnya Agustinus baru disadari saat kapal telah tiba di pelabuhan tujuan sekitar pukul 06.00 WIB dan ditemukan satu penumpang tidak berada di atas kapal.
Merespons laporan tersebut, Tim Rescue Unit Siaga SAR Dumai bersama unsur SAR gabungan langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian tanpa menunggu lama. Operasi pencarian berlangsung selama tiga hari penuh dengan pola penyisiran paralel di sekitar Perairan Selat Rupat yang mencakup area pencarian seluas 6,88 nautical mile persegi.
Ditemukannya jenazah ABK kapal pompong ini menutup operasi SAR yang telah melibatkan puluhan personel selama tiga hari di perairan Selat Rupat Dumai. Keluarga korban dan pihak terkait diharapkan dapat segera menyelesaikan proses administrasi untuk pemulangan jenazah Agustinus Laia ke kampung halamannya di Kabupaten Nias Selatan.









