BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Dari angka 12 ribu lebih pada Pilgub 2018 lalu, jumlah TPS di Riau bertambah jadi 17.632 TPS untuk Pemilu 2019. Penambahan ini disebutkan berpotensi menimbulkan kerawanan dalam pelaksanaan Pemilu 2019.
Hal tersebut diungkapkan anggota Bawaslu Riau, Neil Antariksa saat ditemui bertuahpos.com di kantornya, Rabu 14 November 2018.
“Jumlah pemilih bertambah 150 ribu lebih pemilih, yang menyebabkan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) juga bertambah. Bawaslu Riau menilai penambahan ini berpotensi menimbulkan kerawanan dalam Pemilu,” kata Neil.
Neil melanjutkan pihaknya sudah mengingatkan KPU Riau untuk bersiap dengan penambahan jumlah pemilih dan TPS tersebut. KPU Riau, tambah Neil, harus siap dengan hal tersebut, dan cepat menyesuaikan sistem kerja dan personel dengan penambahan jumlah pemilih dan TPS tersebut.
“Bagaimana supaya hal ini tidak menimbulkan efek kerawanan dalam Pemilu,” tutup Neil.
Sementara itu, Ketua KPU Riau, Nurhamin mengatakan jika pihaknya sudah mengantisipasi penambahan jumlah pemilih dan TPS tersebut, baik secara personel maupun logistik.
“Kita bersyukur bahwa ada pemutakhiran data pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019. Jadi kita bisa menyesuaikan personel dan logistik,” kata Nurhamin.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, DPT Riau untuk Pemilu 2019 bertambah 150 ribu pemilih menjadi 3.863.835 pemilih. Jumlah TPS juga bertambah dari 12 ribuan menjadi 17.632 TPS yang ini tersebar di 166 kecamatan dan 1.859 desa yang ada di seluruh wilayah Riau.
Dari data yang bertuahpos.com dapatkan dari KPU Riau, kabupaten dengan TPS terbanyak adalah Kota Pekanbaru, dengan 2.448 TPS. Kabupaten dengan jumlah TPS terbanyak selanjutnya adalah Kampar, dengan 2.229 TPS, disusul Indragiri Hilir yang memiliki 1.994 TPS.
Sementara itu, daerah yang memiliki TPS paling sedikit adalah Kepulauan Meranti. Daerah ini hanya memiliki 653 TPS. Jumlah pemilih di Kepulauan Meranti juga merupakan yang paling sedikit, yaitu 141.848 pemilih.
“Kita juga mengatur pengiriman logistik ke TPS ini, terutama TPS yang ada di daerah sulit seperti kepulauan. Salah satu syaratnya logistik yang dikirimkan ke TPS daerah sulit itu adalah anti air, atau ada pelindungnya,” tutup Nurhamin. (bpc2)









