• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Ketua Bawaslu RI: Kalau Bisa, Jangan Ada Napi Kasus Money Politik

Tim Redaksi by Tim Redaksi
20 Mei 2018
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Ketua Bawaslu RI, Abhan mengatakan dirinya berharap bahwa tidak akan ada napi karena kasus money politik di Indonesia.

“Namun apa boleh buat. Sudah kita cegah, diingatkan, sudah kita larang, tetap melakukan pelanggaran tersebut,” ungkap Abhan kepada bertuahpos.com, Minggu 20 Mei 2018.

Abhan juga mengaklaim bahwa pencegahan untuk menghindarkan money politic atau politik uang sudah dilakukan secara maksimal. Dia juga berjanji akan terus mengawasi proses demokrasi secara terus menerus agar tidak terjadi politik uang.

Sementara itu, di Riau sendiri telah ada yang ditetapkan tersangka politik uang. Dia adalah oknum DPRD Bengkalis bernama Nur Azmi Hasyim. Nur Azmi Hasyim ditetapkan tersangka bersama sang ajudan, Adi Purnawan.

Nur Azmi Hasyim diketahui melakukan politik uang pada saat reses di Desa Parit Kebumen, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis pada 13 April 2018 lalu. Dalam acara tersebut, Nur Azmi juga memberikan kaos bergambar salah satu pasangan calon Gubernur Riau nomor urut 3. Namun, dibalik lipatan baju tersebut, ditemukan amplop putih yang berisikan uang Rp50 ribu.

Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan mengatakan keduanya melanggar Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 Pasal 187A perubahan dari pasal 74 ayat 4 huruf C. 

“Ancamannya adalah pidana penjara selama 36 bulan dan maksiman 72 bulan, atau denda Rp200 juta dan maksimal Rp1 miliar,” terang Rusidi kepada bertuahpos.com, Minggu 20 Mei 2018. (bpc2)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama
Nasional

Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

...

Read moreDetails
3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026, 10 Tahun Menggerakkan Pendidikan di Pelosok

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Pesan Besar dari Ekonom Riau di Balik Percepatan SAF Minyak Jelantah

Pesan Besar dari Ekonom Riau di Balik Percepatan SAF Minyak Jelantah

Next Post

Beragam Sajian Makanan, Berikut Menu Buka Puasa Furaya Hotel Hari Ini

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.