• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Kasus Kekerasan Anak Tinggi di Riau, Ini Penyebabnya Menurut Kriminolog

Tim Redaksi by Tim Redaksi
13 Maret 2018
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Seorang kriminolog Riau, Fakhri Usmita mengatakan faktor utama penyebab kekerasan terhadap anak adalah kemiskinan.

Selain itu, lanjut Fakhri, anak juga dianggap mahkluk yang lemah, sehingga menjadi sasaran empuk untuk dijadikan objek kekerasan.

“Mereka (anak-anak) ini akan dianggap mahkluk yang lemah. Ketika misalnya orang tua tertekan dalam mencari nafkah, maka pelampiasannya ditujukan kepada anak,” terang Fakhri kepada bertuahpos.com, Selasa 13 Maret 2018.

“Penyebabnya itu tadi, karena anak dianggap lebih lemah dari orangtuanya. Karena itu, anak-anaklah yang menjadi korban pelampiasan tekanan ekonomi itu,” tambah dia.

Baca: Gawat, di Pekanbaru 2 Hari Sekali Terjadi Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan

Cara pencegahannya, lanjut Fakhri, negara harus hadir untuk menghapus kemiskinan di tengah masyarakat. Selama kemiskinan ini masih ada, maka tekanan pekerjaan berakibat kekerasan kepada anak akan terus terjadi.

“Disitulah peranan negara, untuk menciptakan kesejahteraan kepada warganya. Kalau tidak, maka kekerasan kepada anak akan terus terjadi,” pungkasnya.

Baca Juga:  2017, Riau Tempati Urutan 2 Tertinggi Nasional Kekerasan Terhadap Anak

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak mencatat kasus kekerasan terhadap anak di Riau sangat tinggi. Riau menempati posisi 2 nasional jumlah kasus kekerasan terhadap anak setelah Jawa Timur. (bpc2)

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan
Hukum Kriminal

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan

...

Read moreDetails
Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

Next Post

P2TP2A Riau Tangani 180 Kasus Sepanjang Tahun 2017, Terbanyak Kejahatan Seksual

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.