BERTUAHPOS.COM- Dari namanya, Yamaha Lexi dan Lexi S menunjukkan adanya perbedaan yang menandakan bahwa keduanya merupakan varian yang berbeda.
Lexi tanpa S adalah tipe standar, sehingga fiturnya tidak selengkap yang ada pada Lexi S. Sementara itu, Lexi S ABS menjadi varian termahal dari yang lainnya.
Yamaha melengkapi Lexi S ABS dengan fitur rem ABS, hanya tersedia untuk rem depan, sedangkan rem belakang masih menggunakan tromol.
Selain fitur ini, tidak ada perubahan pada tampilan yang diberikan oleh Yamaha untuk membedakan antara Lexi S versi ABS dan non ABS.
Menurut informasi dari situs resmi Yamaha, harga Lexi S ABS adalah Rp 26.960.000 OTR Jakarta, lebih mahal Rp 2.615.000 dengan Lexi varian S paket lengkap.
Di sisi lain, Lexi tipe standar dijual dengan harga Rp 21.355.000 selisihnya lebih dari Rp 3 juta daripada Lexi S.
Semua varian dengan mesin berkapasitas 125cc LC4V, menggunakan teknologi Blue Core.
Mampu menghasilkan tenaga hingga 11,73 hp (8,75 kW) pada 8.000 rpm dan torsi maksimum 11,3 Nm pada 7.000 rpm.
Lexi S memiliki harga lebih tinggi sebab penggunaan Sub-Tank Suspension, sistem Keyless, serta desain jok yang memiliki pola jahitan khusus.
Selain pola jahitan, dua fitur unggulan pada Yamaha Lexi S menjadikannya lebih modern dan nyaman untuk digunakan sehari-hari. Suspensi sub-tank pada Yamaha Lexi S memiliki karakter yang empuk saat melewati jalan yang tidak rata.
Karakteristik suspensi ini tentu saja membuat pengendara merasa nyaman dan tidak mengalami sakit pinggang saat berkendara jauh dengan Lexi.
Sementara itu, Yamaha Lexi standar masih menggunakan shockbreaker belakang konvensional dan kunci kontak seperti motor pada umumnya.
Namun, dari segi mesin dan fitur lainnya, Lexi tipe standar tetap lebih unggul dari skutik 125 lainnya.
Mengenai fitur ABS pada Lexi S ABS, fitur ini menjadikan skutik ini lebih menarik dari skutik 125 cc lainnya.
Fitur keselamatan ini sangat penting untuk kendaraan roda dua.
Skutik ini sangat bergantung pada rem untuk proses deselerasi.
Dengan adanya sistem ABS, roda depan tidak akan mengunci saat kita secara refleks melakukan pengereman mendadak.
Pada skutik yang tidak mempunyai ABS, sering kali pengendara mengalami kecelakaan.
Motor bisa tergelincir atau kehilangan keseimbangan akibat roda yang mengunci setelah pengereman mendadak.
Kondisi tersebut jika roda tidak mengunci, sehingga pengendara masih memiliki kesempatan untuk melakukan manuver guna menjaga keseimbangan dan mencegah terjatuh.
Berbeda dengan motor 125 cc Yamaha lainnya, Yamaha Lexi memiliki mesin istimewa berkapasitas 125 cc VVA.
Teknologi katup variabel ini biasanya ada pada skutik Yamaha berkapasitas 150 cc.
Secara umum, Yamaha Lexi memiliki basis mesin dari Yamaha Aerox, dengan perbedaan pada kapasitas mesin dan durasi noken as.
Sistem VVA ini akan berfungsi secara otomatis ketika putaran mesin mencapai 6.000 rpm.
Teknologi VVA bertujuan untuk meratakan torsi mesin putarannya. Bahkan, Yamaha mengklaim bahwa akselerasi Lexi setara dengan NMax.
Mesin tipe SOHC pada Yamaha Lexi dengan tambahan teknologi katup VVA agar mesin dapat menyuplai tenaga setiap putaran.
Mekanisme VVA memungkinkan klep masuk memiliki durasi dan lift yang berbeda antara putaran rendah dan tinggi.
ECU secara otomatis menginstruksikan VVA untuk beroperasi pada putaran 6.000 rpm.
Kemudian ECU menggerakkan pin oleh selenoid untuk mengunci low rocker arm agar bergerak seirama dengan high rocker arm. Karakter mesin Yamaha Lexi memiliki tenaga yang cukup untuk akselerasi yang spontan.









