Penting Bagi Pengemudi, Inilah Makna Marka Jalan Garis Putih di Tikungan

Jumat, 12 Juli 2019 20:35
Penting Bagi Pengemudi, Inilah Makna Marka Jalan Garis Putih di Tikungan

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Para pengemudi sejatinya harus paham betul dengan pesan dari komunikasi visual (Komvis) yang disampaikan oleh garis marka di jalan raya. 

Memehami pesan dari hentuk komunikasi visual itu sangat penting agar saat berkendara bisa tetap berhati-hati sampai ke tujuan.

Komunilasi visual adalah pesan yang disampaikan lewat gambar atau simbol. Rambu lalu lintas yang banyak dipasang di jalan raya merupakan bentuk dari komunikasi visual yang bermuatan pesan-pesan berkaitan dengan ketentuan berkendara. 

Maka marka (garis di jalan rayap) tak hanya sebatas gari putih membelah jalan, tapi juga menyimpan pesan komunikasi kepada pengendara. Oleh sebab itu para pengendara harus mengerti demi keselamatan diri di lalu lintas. 

Baca: Dapatkan Cashback Rp 550 Ribu di Yamaha Alfa Scorpi

Seorang instruktur drive bernama Andry Barlianto menjelaskan, garis marka di jalan raya merupakan hal pertama dan paling pernting untuk diperhatikan oleh para pengendara. 

Misalnya, sebut dia, pada lintasan berkelok atau tikungan sering kali garis marka yang dibuat bentuknya menyambung, atau tidak terputus-putus. Marka ini memuat pesan bahwa selama berada dalam lintasan tikungan pengendara dilarang mengalip kendaraan lain.

Garis tidak putus-putus itu juga memberi perintah agar kendaraan tetap dikendalikan supaya tidak melayu melewati garis itu. Sebab akan sangat berpotensi sentuhan denga  kendaraan lain dari arah berlawanan.

Apalagi di lingasan tikungan, kehadiran kendaraan lain dari arah berlawanan akan memecah konsentrasi secara mendadak sehingga membuat pengendara kaget.

Akibatnya kendaraan yang ditunggai menjadi tidak stabil dan berisiko kecelakaan. “Itulah sebabkan lintasan tikungan menjadi titik rawan kecelakaan,” sebuat. 

Dia menjelaskan marka garis putih tanpa putus-putus membuat pengemudi tetap berada di bagian jalan dan tidak diizinkan menyalip kendaraan lain. 

Beberapa tanda garis di aspal juga sebenarnya sudah tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan 43 Tahun 2014 tentang Marka Jalan. 

Seperti garis ganda, yakni putus-putus dan utuh, bila mendapatkan garis seperti ini maka pengemudi yang berada di sisi garis putus-putus dapat berpindah seperti menyalip kendaraan. 

Sedangkan sebaliknya, bila berada di garis utuh tidak diperkenankan untuk melewati garis atau menyalip. (bpc3)

Berita Terkini

Rabu, 11 Desember 2019 13:59

Tips Hemat Budget untuk Undangan Pernikahan

Pesta pernikahan memang sesuatu yang sakral dan sangat istimewa.

Rabu, 11 Desember 2019 13:37

Spot-spot di Pekanbaru yang Cocok Buat Jogging

Saat pagi atau sore hari, sebaiknya mengisi waktu luang kamu dengan jogging.

Rabu, 11 Desember 2019 12:27

Banyak Berbasalah, Inilah 2 Alasan Utama Mengapa Nadiem Makarim Hapus UN

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengumumkan Ujian Nasional (UN)

Rabu, 11 Desember 2019 12:09

Di Sini Pusat Grosir Pakaian di Pekanbaru, Harganya Murah

Bagi kamu yang belum tahu dan sedang menjadi pakaian dalam jumlah banyak

Rabu, 11 Desember 2019 11:31

Bunda, Ini Resep dan Cara Bikin Ayam Goreng Upin Ipin

Ayam goreng jadi begitu populer bagi anak-anak setelah tokoh animasi Upin dan Ipin

Rabu, 11 Desember 2019 11:12

Musim Hujan, Ini Cara Perawatan Converse yang Basah

terlalu sering basah, ditakutkan akan berpengaruh buruk pada umur sepatu.

Rabu, 11 Desember 2019 10:46

Inilah 3 Kabupaten di Riau yang Paling Rawan Kebanjiran, Berikut Fakta-Faktanya

Banjir sudah seperti bencana langganan di beberapa daerah di Riau.

Rabu, 11 Desember 2019 10:17

Waspada Banjir! PLTA Koto Panjang Kembali Akan Buka 5 Pintu Air Hari Ini

Pembukaan pintu pelimpah akan dilakukan mulai pukul 11.00 WIB.

Rabu, 11 Desember 2019 09:53

Inter Gagal Lolos 16 Besar Liga Champions, Shaw Sindir Lukaku di Twiter

Inter tersingkir dari Liga Champions usai kalah lawan Barcelona.

Rabu, 11 Desember 2019 09:45

Catatan Sejarah 11 Desember: Kelahiran Raja Dangdut, Rhoma Irama

Ini berarti penggemar Rhoma 10 persen dari jumlah penduduk Indonesia saat itu.