BERTUAHPOS — Kebangkitan pasar otomotif nasional pada awal 2026 belum mampu mengangkat kinerja segmen mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC).
Di tengah mulai pulihnya penjualan mobil secara nasional, segmen yang selama ini dikenal sebagai tulang punggung pasar justru mengalami penurunan cukup dalam.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan LCGC pada Februari 2026 hanya mencapai 11.412 unit.
Angka tersebut turun sekitar 20,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang masih berada di level 14.365 unit, menandakan tekanan daya beli masyarakat masih terasa pada segmen kendaraan entry-level.
Secara kumulatif sepanjang Januari hingga Februari 2026, total penjualan LCGC tercatat 22.106 unit. Jumlah ini masih tertinggal dibandingkan dua bulan pertama 2025 yang mampu mencapai 28.153 unit.
Kondisi tersebut membuat kontribusi LCGC terhadap total penjualan mobil nasional pada Februari 2026 hanya sekitar 14 persen, lebih rendah dibandingkan dominasi segmen ini pada tahun-tahun sebelumnya.
Ironisnya, pelemahan LCGC terjadi saat pasar otomotif nasional mulai menunjukkan tanda pemulihan.
Gaikindo mencatat penjualan mobil ritel—yakni distribusi dari dealer langsung ke konsumen—mencapai 78.219 unit pada Februari 2026 atau meningkat dibandingkan periode sebelumnya, menjadi sinyal bahwa permintaan kendaraan perlahan kembali bergerak.
Di tengah penurunan segmen LCGC, Grup Astra masih mempertahankan dominasi pasar dengan penguasaan sekitar 73 persen market share LCGC sepanjang Februari 2026.
Total penjualan mobil Astra tercatat mencapai 38.074 unit atau tumbuh sekitar 9 persen secara bulanan, ditopang kuat oleh merek Toyota dan Lexus dengan penjualan 22.622 unit serta Daihatsu sebanyak 13.452 unit.
Toyota tetap menjadi merek mobil terlaris nasional dengan penjualan 22.522 unit sepanjang Februari 2026.
Posisi kedua ditempati Daihatsu dengan 13.452 unit, sementara Suzuki berada di posisi ketiga setelah mencatatkan penjualan 9.659 unit.
Persaingan pasar juga semakin dinamis dengan perubahan posisi produsen global. Pabrikan asal China, BYD, yang sebelumnya menempati posisi keempat pada Januari, turun ke peringkat keenam pada Februari 2026 setelah hanya mencatatkan penjualan 4.653 unit, lebih rendah dibandingkan capaian bulan sebelumnya sebesar 4.879 unit. Posisi empat dan lima kini ditempati Mitsubishi Motors dan Honda dengan masing-masing penjualan 7.008 unit dan 5.385 unit.
Selain BYD, produsen asal China lainnya yang berhasil masuk 10 besar penjualan nasional adalah Jaecoo dengan capaian 3.005 unit sepanjang Februari 2026, menunjukkan meningkatnya kompetisi di pasar otomotif Indonesia.
Pelaku industri menilai melemahnya segmen LCGC menjadi indikasi perubahan perilaku konsumen. Selain faktor daya beli, meningkatnya pilihan kendaraan di segmen lain, termasuk SUV kompak dan kendaraan elektrifikasi, mulai menggeser minat pembeli dari mobil murah konvensional.
Meski demikian, industri otomotif tetap optimistis pasar kendaraan nasional sepanjang 2026 dapat tumbuh seiring pemulihan ekonomi dan meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat, meskipun segmen LCGC diperkirakan masih menghadapi tekanan dalam jangka pendek.
— Bloomberg Technoz, VOI —









