BERTUAHPOS.COM — Honda resmi mengubah arah strategi elektrifikasinya dengan memperkuat fokus pada pengembangan kendaraan hybrid sebagai tulang punggung lini produk masa depan.
Pergeseran ini menandai babak baru Honda yang sebelumnya sempat agresif mengejar kendaraan listrik penuh, kini memilih menyeimbangkan antara hybrid dan EV secara lebih terukur.
CEO Global Honda Toshihiro Mibe mengungkapkan rencana besar ini dalam acara bisnis global yang digelar di Tokyo pada 14 Mei 2026.
Ia menegaskan bahwa Honda menargetkan peluncuran 18 model baru atau versi penyegaran dengan teknologi hybrid hingga tahun 2030, dengan sebagian besar ditujukan untuk pasar Amerika Serikat.
“Kami menargetkan peluncuran 18 model baru atau versi penyegaran dengan teknologi hybrid hingga tahun 2030, dan sebagian besar model tersebut direncanakan akan menyasar pasar Amerika Serikat yang saat ini menjadi salah satu pasar utama Honda,” ujar Mibe seperti dilansir Motor Trend, Selasa, 18 Mei 2026.
Dalam kesempatan itu, Honda memperkenalkan dua prototipe sekaligus kepada publik global. Pertama adalah prototipe sedan hybrid baru yang diduga kuat merupakan generasi terbaru dari Honda Accord, dan kedua adalah prototipe SUV dari lini Acura.
Prototipe sedan yang dipamerkan memiliki kemiripan kuat dengan Honda Accord generasi saat ini, namun menghadirkan sentuhan baru pada bagian depan yang terlihat lebih tegas dan modern.
Meski demikian, Honda belum memberikan konfirmasi resmi apakah model tersebut benar-benar merupakan All New Accord atau justru model sedan baru dalam lini yang berbeda.
Sementara prototipe SUV yang ditampilkan dari lini Acura diduga kuat merupakan generasi baru Acura RDX yang sebelumnya telah diumumkan akan hadir dengan teknologi hybrid. Model tersebut diperkirakan baru akan meluncur ke pasar dalam waktu sekitar dua tahun ke depan.
Honda juga mengungkapkan pengembangan sistem hybrid dua motor generasi terbaru yang merupakan penyempurnaan dari teknologi yang sudah digunakan pada model seperti Honda Civic Hybrid.
Sistem baru ini diklaim lebih efisien hingga sekitar 10 persen dibanding generasi sebelumnya sekaligus lebih hemat biaya produksi hingga sekitar 30 persen.
Efisiensi produksi yang lebih tinggi ini dinilai penting agar Honda bisa menekan harga jual kendaraan hybrid agar lebih terjangkau dan kompetitif di pasar global.
Langkah ini juga sejalan dengan strategi Honda untuk memperluas jangkauan pasar hybrid ke segmen konsumen yang lebih luas.
Selain sistem hybrid, Honda tengah mengembangkan platform kendaraan baru yang akan menjadi fondasi model-model berikutnya.
Platform baru ini diperkirakan mulai digunakan pada model produksi sekitar tahun 2027, disertai sistem penggerak all-wheel drive atau AWD generasi terbaru yang lebih canggih.
Pengembangan platform baru ini mencerminkan ambisi Honda untuk memastikan seluruh ekosistem teknologi kendaraannya siap menghadapi tantangan industri otomotif yang terus berubah.
Dengan fondasi yang lebih modern, Honda bisa menghadirkan model-model baru secara lebih cepat dan efisien.
Tidak hanya fokus pada mesin dan platform, Honda juga tengah mengembangkan teknologi Advanced Driver Assistance Systems atau ADAS yang lebih canggih.
Perusahaan menargetkan peningkatan kemampuan sistem berkendara otomatis pada tahun 2028, termasuk fitur yang mampu mengemudi dari titik awal ke tujuan tertentu serta mengatur kemudi dan akselerasi pada rute yang telah ditentukan secara otomatis.
Dengan strategi yang semakin matang dan komprehensif ini, Honda mempertegas komitmennya bahwa kendaraan hybrid akan menjadi kekuatan utama dalam portofolio produknya menuju 2030.
Langkah ini sekaligus menjawab tantangan pasar global yang menuntut solusi mobilitas lebih ramah lingkungan tanpa harus sepenuhnya meninggalkan teknologi mesin konvensional dalam waktu singkat.









