• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 7, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pernyataan Prabowo soal ‘Parpol Jangan Ganggu’ Sangat Buruk Bagi Demokrasi

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
11 Mei 2024
Pernyataan Prabowo soal ‘Parpol Jangan Ganggu’ Sangat Buruk Bagi Demokrasi
104
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM – Pernyataan Presiden Terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto, yang meminta oposisi untuk tidak mengganggu pemerintahannya, menuai reaksi beragam dari kalangan peneliti dan aktivis demokrasi.

Peneliti Senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Lili Romli menyatakan bahwa peringatan tersebut dapat menghambat peran oposisi dan berpotensi merugikan perkembangan demokrasi di Indonesia.

“Saya kira pernyataan itu seperti warning bagi parpol yang mau memilih oposisi. Tentu saja itu berita buruk bagi perkembangan demokrasi ke depan,” ujar Lili, dilansir dari Bloomberg Technoz, Sabut, 11 Mei 2024.

Lili menekankan bahwa pernyataan Prabowo mengenai “mengganggu” dapat memiliki 2 makna yang berbeda. Pertama, oposisi diminta untuk tidak menggulingkan pemerintahan yang dapat mengakibatkan ketidakstabilan. Kedua, oposisi diingatkan untuk tidak melakukan kritik.

“Sikap oposisi seharusnya adalah loyal namun kritis dalam memperjuangkan kepentingan rakyat,” sambungnya.

Namun demikian, Lili menyoroti bahwa larangan terhadap kritik yang dilontarkan oleh Prabowo dapat menghambat fungsi oposisi yang seharusnya memberikan pengawasan terhadap kebijakan pemerintah.

“Jika kebijakan pemerintah melenceng dan menyimpang, menjadi tugas oposisi untuk meluruskannya,” ujar Lili.

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus juga menyuarakan kebutuhan akan penjelasan lebih lanjut mengenai makna “mengganggu” yang dimaksud oleh Prabowo.

Lucius menekankan bahwa dalam sistem demokrasi, oposisi merupakan bagian yang penting dalam mengawasi kekuasaan pemerintah. 

“Jadi pernyataan Prabowo ini kalau tidak dijelaskan lebih lanjut soal makna kata mengganggu itu memang terlihat seperti ingin menunjukkan keinginan untuk menjadi otoriter,” ujar Lucius.

Meskipun demikian, Lucius menilai bahwa masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa pernyataan Prabowo menandakan ancaman terhadap demokrasi. “Toh nampaknya dia masih mengakui ada kelompok lain yang ngga mau diajak bergabung,” tambah Lucius.

Dalam konteks ini, Presiden Terpilih Prabowo Subianto menegaskan keputusannya untuk membentuk koalisi gemuk dalam pemerintahan mendatang bersama Wakil Presiden Terpilih Gibran Rakabuming Raka.

Dia menyatakan bahwa oposisi tidak seharusnya mengganggu jalannya pemerintahan. “Kalau ada yang mau nonton di pinggir jalan, silahkan jadi penonton yang baik. Tapi kalau sudah tidak mau diajak kerja sama, ya jangan mengganggu,” tegas Prabowo.***

Tags: berita nasionaldemokrasinasionalPrabowo
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma
Nasional

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma

...

Read moreDetails
Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Alasan Megawati Mengapa Indonesia Harus Contoh Iran

Alasan Megawati Mengapa Indonesia Harus Contoh Iran

Next Post
Perkenalkan Defender 2025, Land Rover Tampil dengan Penuh Kemewahan

Perkenalkan Defender 2025, Land Rover Tampil dengan Penuh Kemewahan

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.